Pages

Minggu, 06 Maret 2011

Suara Gemuruh Di Ponorogo

PONOROGO - Warga sejumlah Kecamatan di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur dibikin resah dengan suara-suara gemuruh. Suara misterius ini sudah mereka dengar sebulan terakhir.


Warga di sekitar wisata Telaga Ngebel di Kecamatan Ngebel, Kecamatan Sooko, Pudak dan Kecamatan Pulung mulai mendengar suara misterius ini sejak akhir Januari 2011 lalu. Anehnya lagi, suara ini selalu didengar warga pada tengah malam menjelang dini hari.

"Suara gemuruh sudah kami dengar sejak sebulan lalu. Biasanya tengah malam sampai mendekati subuh," kata Yuli, warga Sooko.

Menurutnya, awalnya suara gemuruh ini mereka anggap biasa awalnya. Namun lama-kelamaan mereka semakin resah. Apalagi suaranya seminggu terakhir semakin sering terjadi.

"Sudah seminggu ini suaranya semakin sering terdengar," imbuhnya.

Warga sampai saat ini belum mengerti apa yang terjadi sebenarnya. Fenomena alam seperti apakah ini? Warga di sekitar kaki gunung Wilis itu merasa terancam jika ternyata Gunung Wilis bisa beraktifitas layaknya gunung berapi, meski mereka mengetahui di Kabupaten Ponorogo tidak terdapat gunung berapi.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Tretes Malang Petrus Demonsili seperti dilansir dari situs Pemkab Ponorogo menjelaskan di hadapan Bupati Ponorogo di Gedung Bantarangin bahwa lokasi suara gemuruh berada di arah timur Km 14-30 Ds. Wagir Kidul Pulung Ponorogo.

Masih menurut Petrus suara gemuruh yang disertai getaran tanah tersebut masih berintensitas rendah yang bersumber dari gempa seismic berkekuatan ringan dengan skala 2 MMi dan tidak berbahaya.

Sejumlah Warga Kecamatan di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur dibikin resah dengan suara-suara gemuruh. Suara misterius ini sudah mereka dengar sebulan terakhir.

Warga di sekitar wisata Telaga Ngebel di Kecamatan Ngebel, Kecamatan Sooko, Pudak dan Kecamatan Pulung mulai mendengar suara misterius ini sejak akhir Januari 2011 lalu. Anehnya lagi, suara ini selalu didengar warga pada tengah malam menjelang dini hari.

"Suara gemuruh sudah kami dengar sejak sebulan lalu. Biasanya tengah malam sampai mendekati subuh," kata Yuli, warga Sooko.

Menurutnya, awalnya suara gemuruh ini mereka anggap biasa awalnya. Namun lama-kelamaan mereka semakin resah. Apalagi suaranya seminggu terakhir semakin sering terjadi.

"Sudah seminggu ini suaranya semakin sering terdengar," imbuhnya.

Warga sampai saat ini belum mengerti apa yang terjadi sebenarnya. Fenomena alam seperti apakah ini? Warga di sekitar kaki gunung Wilis itu merasa terancam jika ternyata Gunung Wilis bisa beraktifitas layaknya gunung berapi, meski mereka mengetahui di Kabupaten Ponorogo tidak terdapat gunung berapi.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Tretes Malang Petrus Demonsili seperti dilansir dari situs Pemkab Ponorogo menjelaskan di hadapan Bupati Ponorogo di Gedung Bantarangin bahwa lokasi suara gemuruh berada di arah timur Km 14-30 Ds. Wagir Kidul Pulung Ponorogo.

Masih menurut Petrus suara gemuruh yang disertai getaran tanah tersebut masih berintensitas rendah yang bersumber dari gempa seismic berkekuatan ringan dengan skala 2 MMi dan tidak berbahaya.

Karena kewenangan BMKG hanya sebatas dalam pemetaan lokasi dan kekuatan getaran gempa maka pada tanggal 12 Pebruari tim dari Geofisika Bandung tiba di seputar lokasi sumber suara untuk meneliti dan medeteksi penyebab sumber suara yang disertai dengan getaran tersebut.



Sumber : Tribunnews.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More