Pages

Minggu, 06 Maret 2011

Manusia Gua

Kehidupan Manusia gua yang juga modern


Di dalam gua di Afrika Selatan, para ilmuwan telah menemukan contoh peradaban manusia prasejarah yang mempunyai kehidupan yang kompleks. Bongkahan dari pigmen warna adalah suatu indikasi perilaku kehidupan manusia modern. Manusia prasejarah mungkin menggunakannya untuk mewarnai tubuh-tubuh mereka dalam upacara keagamaan.

Teman teman mungkin banyak yang mengira bahwa manusia gua masa lampau begitu kolot. yuk kita baca penemuan dibawah ini. Kalian tau kalo mereka telah membuat peralatan, mengadakan ritual, dan membagi makanan dalam jangka waktu lama. Ini merupakan kesimpulan sebuah studi terbaru dari pantai selatan Afrika Selatan.

Pada sebuah gua yang bertengger di atas laut, para peneliti dari Arizona State University di Tempe telah menemukan bukti bahwa manusia telah mempunyai cara kehidupan yang kompleks sejak 160.000 tahun yang lalu.

Mossel Bay Archaeology Project menyampaikan tiga petunjuk yang penting mengenai perilaku manusia prasejarah ini.

Pertama-tama, para peneliti menemukan sisa dari bermacam kerang-kerangan, termasuk udang kecil, siput dan keong. Penduduk gua mungkin mengumpulkan mahluk-mahluk ini dari pantai dan batu-batu, membawanya ke dalam gua untuk dimakan.

Para peneliti menemukan bahwa pada awalnya orang-orang Afrika bergerak ke Selatan pada 195.000 dan 130.000 tahun yang lalu. Sekitar waktu itu, daerah pedalaman iklim berubah secara relatif dingin dan kering, sehingga sedikit tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang dapat dimakan di pantai.

Ketika manusia prasejarah ini pindah ke pantai, mereka mungkin mengalami suatu pergeseran budaya. Peneliti menemukan sama seperti masyarakat-masyarakat pemburu modern, kaum pria lebih umum berburu binatang-binatang besar ketika masyarakat manusia hidup di dataran. Di pantai, para wanita memainkan sebuah peran lebih penting dalam menyediakan makanan dengan mencari tanaman-tanaman dan kerang-kerang laut.

Perihal petunjuk yang kedua, para peneliti menemukan 57 potongan dari pigmen yang kemerah-merahan. Para peneliti berpikir bahwa para penduduk gua menggunakan pigmen untuk mewarnai tubuh-tubuh mereka atau untuk upacara agama yang lain.

Akhirnya, penemuan lebih dari 1.800 peralatan batu, termasuk mata pisau. Ini mata pisau bermata dua dari bermacam-macam ukuran. Yang paling kecil berukuran kurang dari setengah inci. Di masa lalu orang-orang mungkin telah mengunakan mata pisau ini hingga terakhir dilihat dari pegangan dari tombak-tombak yang dibuat atau peralatan lainnya. Hingga sekarang, bukti yang paling awal dari mata pisau yang serupa berumur 70.000 tahun.

Penemuan-penemuan baru mendukung teori tingkah laku manusia modern bahwa berkembang secara berangsur-angsur, telah ada sekitar 285.000 tahun yang lalu, kata beberapa ahli.

Sumber : betamedialink.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More