Pages

Senin, 06 Juni 2011

Pariwisata Nusa Tenggara Timur

Kupang 
adalah ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang juga sebagai kota utama di Timor Barat. Walaupun Kupang merupakan kota kecil namun memiliki suasana yang sibuk dan lalu lintas di pusat kota yang ramai namun agak semrawut seperti umumnya kota maju lainnya di Indonesia. Kawasan pemukiman menengah kebanyakan berada di kawasan pinggiran kota sementara kawasan perkantoran pemerintahan berada di bagian Timur kota termasuk diantaranya kantor pariwisata yang berada di Jl. Raya El Tari (telp 21540).
Wisatawan dapat mengunjungi Museum Nusa Tenggara Timur yang berada di dekat kantor pariwisata. Museum ini memiliki koleksi benda-benda seni, kerajinan dan benda-benda peninggalan sejarah yang berasal dari berbagai daerah di NTT.

Pantai Manikin berada di Tarus Kecamatan Kupang Tengah, sekitar 13 km dari Kota Kupang. Pantainya memiliki panorama alam, yang indah, pasir putih dan menjadi obyek wisata pantai yang banyak dikunjungi wisatawan untuk berenang, voli pantai dan memiliki lokasi untuk berkemah.
Ada dua obyek wisata pantai di Kecamatan Semau yaitu Pantai Akle dan Pantai Otan yang berjarak 15 mil laut dari Kota Kupang. Ada juga Pantai Pulau Kera 6 mil laut dari Kota Kupang dengan lama perjalanan 45 menit menggunakan perahu motor. Panjang pantainya 3 km dengan keindahan taman laut, terumbu karang dan bermacam-macam ikan hias Dikawasan pantai ini cocok untuk ditanam pohon kelapa, pohon turi dan telah diadakan aksi penanaman 1.000 anakan pohon asam dan kayu besi, kerjasama antar pemuda Kabupaten Kupang dan LSM OICA tahun 2001 lalu memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Pulau Semau dan Pulau Kera adalah dua pulau yang terlihat dari Kupang. Kedua pulau ini memiliki kawasan pantai yang indah dengan airnya yang jernih, bagus untuk snorkeling. Sejumlah penginapan di Kupang menyediakan paket tur bagi wisatawan yang akan mengunjungi Pulau Semau.
Wisatawan dapat mengunjungi Baun yaitu sebuah desa kecil yang terletak sekitar 30 km di Tenggara Kupang. Desa yang terletak di kecamatan Amarasi di kawasan yang berbukit-bukit ini merupakan pusat kerajinan tenun. Selain itu, di tempat ini terdapat sejumlah bangunan peninggalan kolonial Belanda dan juga rumah raja yang merupakan rumah bekas penguasa terakhir di wilayah ini.

Baumata adalah sebuah desa yang terletak 16 km dari Kota Kupang atau 6 km arah Timur dari Bandara El Tari kupang, tepatnya di Kecamatan Kupang Tengah yang merupakan salah satu tempat rekreasi/objek wisata yang cukup dikenal dan ramai dikunjungi orang. Daya tarik yang menonjol yang dimiliki obyek wisata alam Baumata adalah Kolam Renangnya baik bagi orang dewasa dan anak-anak.
Di tempat ini pula terdapat peninggalan sejarah/situs yaitu gua alam yang cukup menarik dengan stalaktit dan stalakmit, berjarak kurang lebih 250 meter dari kolam renang. Masyarakat menyebutnya "Gua Jepang" yang merupakan bekas peninggalan Tentara Jepang sebagai tempat persembunyian selama perang dunia ke II.
Selain menikmati pemandangan alamnya dengan udara yang sejuk, didekat kolam renang itu juga terdapat kolam alam yang dihiasi dengan bunga teratai sebagai tempat perlindungan beberapa habitat air tawar seperti jenis-jenis ikan dan udang. Juga saat ini oleh pihak pengelola, kolam tersebut telah dibudidayakan beberapa jenis ikan yang potensial untuk dikonsumsi antara lain: ikan Bandeng, Tawes dan ikan Mas.
Hal ini membuat Baumata merupakan gabungan yang menarik antara sumber mata air alam, kolam renang, gua Jepang serta pepohonan dengan udaranya yang sejuk. Kegiatan yang dapat dilakukan selain menikmati pemandangan alam dengan udara yang sejuk adalah berkemah, kegiatan fotografi dan menikmati kebudayaan tradisional masyarakat yaitu "Tarian Hering" yang biasa ditarikan untuk menyambut para pembesar atau Tamu Agung.
Wilayah di sekitar Kupang memiliki sejumlah desa tradisional yang menarik untuk dikunjungi. Pemandu wisata biasanya akan mendatangi wisatawan untuk menawarkan jasa menemani wisatawan mengunjungi desa-desa itu. NTT memiliki perairan dengan lokasi penyelaman yang indah khususnya bagi wisatawan yang mempunyai hobi untuk menyelam. Kupang adalah tempat yang bagus untuk mengatur perjalanan untuk mendatangi lokasi penyelaman.
Terletak sekitar 46 km di Timur Laut Kupang terdapat 

Taman Wisata Camplong yang merupakan cagar alam hutan dan memiliki sejumlah gua serta kolam renang yang airnya berasal dari sumber mata air di wilayah ini. Dari sini dengan jarak sekitar 7 km, pengunjung dapat mendaki Gunung Fatuleu yang ditumbuhi aneka flora pegunungan.
Obyek wisata lainnya di Kabupaten Kupang terdiri dari obyek wisata alam, bahari, wisata budaya dan sejarah. Wisaya alamnya seperti obyek pantai yang menyebar di beberapa kecamatan. Wilayah di sekitar Kupang memiliki beberapa tempat menarik untuk dikunjungi antara lain Pantai Lasiana yang terletak sekitar 10 km dari pusat kota Kupang ke arah Timur. Kawasan pantai yang indah dengan pasirnya berwarna putih dapat ditemui di Tablolong yang berada sekitar 27 km Barat Daya Kupang.
Pantai Air Cina di kawasan ini merupakan salah satu lokasi yang menarik untuk dikunjungi dengan suasana yang lebih sepi namun angkutan umum menuju ke pantai ini lebih sedikit.

Pantai Sulamu di Kecamatan Sulamu juga memiliki pasir putih dan jaraknya 80 km dari Kota Kupang dan cocok pula untuk kegiatan menyelam. Pantai Uiasa juga berada di kecamatan yang sama, berjarak 6 mil laut dari Kota Kupang atau satu jam perjalanan dari Kupang. Mempunyai pasir putih, taman laut yang indah (terutama terumbu karang dan ikan hias) tempat rekreasi, mandi, berenang, berjemur dan mancing.
Pantai Barate di Kecamatan Fatuleu, berjarak 95 km dari Kota Kupang membentang sepanjang 5 km. Seperti halnya Manikin, di sini pengunjung juga bisa menikmati panorama alam, pasir putih, berekreasi atau berenang dan menyelam.
Sementara Pantai Oipoli letaknya di Kecamatan Amfoang Utara, berjarak 145 km dari Kota Kupang dengan spesifikasi daya tarik pasir putih, batu kapal, tempat rekreasi, mandi dan berenang. Masih di kecamatan yang sama terdapat Pantai Naikliu yang berpasir putih dan menjadi tempat rekreasi masyarakat.
Kecamatan Kupang Barat banyak memiliki obyek pantai antara lain Pantai Tablolong yang berjarak 30 km dari Kota Kupang memiliki keadaan pantai yang unik dan kerap dipakai untuk kegiatan lomba dayung serta lomba mancing tradisional baik tingkat nasional maupun internasional. Selain menjadi tempat rekreasi, bisa juga dipakai untuk kegiatan selancar angin. Dibelakang obyek wisata Tablolong terdapat hutan belukar seluas 3 ha yang dihuni oleh satwa berupa monyet dan hutan.
Dibelakang obyek ini terdapat desa budaya yaitu Suku Panaf dengan jumlah Kepala Keluarga 18 KK, dengan bahasanya adalah campuran bahasa Oekusi, Helong dan Rote (merupakan keunikan satu Dusun Panaf. Tempat Suku Panaf berupa batu yang bentuknya seperti kambing yang menjorok ke laut.

Pantai Oesina di Lifuleo Kecamatan Kupang Barat membentang sepanjang 70 km. Selain berenang dan menyelam juga bisa untuk berkemah. Pantai lainnya bisa dikembangkan untuk olahraga ski yaitu Pantai Batule, sedangkan di Pantai Salupu di Desa Lifuleo Kecamatan yang sama memiliki daya tarik hutan bakau dan satwa kelelawar.
Kupang juga dikenal dengan atraksi pacuan kuda tradisional di Oefafi Kecamatan Kupang Timur dan dikenal pula dengan musik tradisional yang disebut Sasando. Industri musik Sasando di Oebelo Kecamatan Kupang Tengah yang juga menjadi sentra pembuatan kerajinan tangan.

Pantai Bolow di Kecamatan Sabu Timur, Pantai Raijua dan Pantai Seba di Kecamatan Sabu Barat memiliki daya tarik pasir putih, dan cocok pula untuk menyelam.
Potensi wisata budayanya juga tak kalah menarik dengan adanya kuburan Raja Koroh di Desa Teunbeun Kecamatan Amarasi yang merupakan tempat bersemayamnya raja-raja Amarasi. Letaknya 28 km dari Kota Kupang. Yang mudah dijangkau dengan kendaraan umum maupun pribadi. Batu Megalitik Namata di Desa Railolo Kecamatan Sabu barat memiliki daya tarik batu-batu megalitik, perkampungan adat dan rumah adat. Sementara di Tenihau terdapat istana/Rumah Adat Raja Sabu.
Upacara adat mewarnai kehidupan masyarakat NTT antara lain upacara Kolouju di Ledeunu Kecamatan Raijua sebagai ungkapan rasa terimakasih atas hasil panen. Di desa lainnya Pahoru/Wodho Kecamatan Sabu Barat. Juga dikenal dengan upacara adat penyambutan hasil panen ini yang berlangsung selama satu minggu. Salah satu atraksi uniknya adalah kegiatan mencambuk kaki dengan rotan antara kelompok atau suku di| lapangan terbuka.
Tempat-tempat bersejarah juga menjadi daya tarik wisata di Kabupaten kupang antara lain yang menarik dan patut dikunjungi adalah Monumen veteran Australia di Oesao Kecamatan Kupang Timur. Berjarak 20 km dari Kota Kupang. Monumen ini dibangun untuk memperingati tentara-tentara Australia yang tewas melawan tentara Jepang dalam peperangan yang berlangsung tahun 1942 dengan menelan banyak korban.

Gua Jepang Tonhitu dan Sonliku di Buraen Kecamatan Amarasi. berupa lubang tempat perlindungan dan pertahanan Jepang atas serangan Angkatan Udara Australia. Gua Jepang lainnya adalah Panafbibi di Tasikona merupakan tempat pendaratan dan perlindungan serta pertahanan Jepang pada perang dunia ke II, bungker pertahanan dengan ukuran 10 x 4 m dan luas kamar 2 x 2 m dengan 2 pintu menghadap ke pantai. Gua perlindungan Jepang juga ditemukan di Daieko Kecamatan Sabu Barat yang disebut Gua Leimadira seluas 2 km.
Gua-gua alam lainnya yang memiliki potensi sebagai obyek wisata tersebar di beberapa tempat seperti Gua Alam Kristal Bolok, berjarak 16 km dari Kota Kupang atau kira-kira 1 km dari Pelabuhan Fery Bolok. Uniknya di dalam gua ini terdapat tempat pemandian dan bisa untuk berenang bahkan menyelam bagi orang muda yang memiliki stamina yang kuat. Di dalam gua ini terdapat sumber mata air bersih dan stalatik.
Air Terjun Tesbatan di Kecamatan Amarasi mempunyai lima tingkat serta berhawa dingin. Disamping tempat rekreasi, daerah ini juga penghasil sayur-sayuran untuk kebutuhan kota Kupang. Air terjun lainnya terdapat di kecamatan Kupang Barat yaitu air Terjun Oenesu yang memiliki 4 tingkat. 

Pulau Manifon seluas 2.449,50 ha di nnoraen Kecarnatan Amarasi yang berjarak 65 km dari kota Kupang mempunyai daya tarik sebagai daerah perlindungan satwa seperti buaya, penyu sisik, rusa dan burung. Pantainya juga memiliki panorama alam dan pasir putih.
Untuk wisata alam, banyak kegiatan yang dapat dilakukan antara lain adalah berwisata ke Gunung Timau, di Timau Kecamatan Amfoang Utara. Daya tarik utamanya adalah panorama alam dan kegiatan mendaki gunung.
Berwisata ke danau juga bisa menjadi pilihan, seperti ke Danau Nefona seluas 7 ha di Silu Kecamatan Fatuleu. Berjarak 80 km dari kota Kupang, dapat dicapai dengan transportasi umum dan kendaraan pribadi. Danau ini memiliki panorama alam yang indah. Begitu pula halnya dengan Danau Tuadale seluas 10 ha.
Kupang juga memiliki sejumlah sumber mata air seperti di pemandian Air Panas Oh'aem di Kecamatan Amfoang Selatan. Sumber air panas belerang yang dapat menyembuhkan penyakit kulit dengan panorama alam yang indah. DI Lokoaimada, Kecamatan Sabu Timur juga terdapat sumber mata air dan menjadi tempat pemandian.
Hal yang sama juga dapat dilakukan di Eimade be'ibu di Kecamatan Sabu Barat yang memiliki sumber mata air dan tempat rekreasi untuk berenang. Sedangkan di Kecamatan Sabu Timur juga ada tempat pemandian yaitu di Lokowadu Wae yang mudah dijangkau dengan transportasi umum maupun pribadi.
Cagar Alam Mutis juga menjadi potensi wisata Kupang yang memiliki luas keseluruhan 12.000 ha. Berdasarkan wilayah Kabupaten, kawasan masuk dalam Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara.
Sebagai salah satu pusat keaneka ragaman hayati yang khas di Provinsi NTT, lokasinya berada di atas ketinggian 1.500-2.500 diatas permukaan laut dengan suhu rata-rata berkisar antara 12 sampai 19 merupakan daerah terdingin diantara daerah panas di pulau Timor. Menurut cerita masyarakat, puncak Mutis yang tingginya 2.450 diatas permukaan laut merupakan pertama turunnya raja di pulau Timor dan Timor Timur sehingga kawasan ini sangat diagungkan.
Kekhasan lainnya adalah keanekaragaman hayati yang unik berupa tegakan homogen ampupu (eucaliptus urrophylla) dan beberapa fauna khas endemik yang dilindungi.
Soe yang terletak di Timur Laut Kupang merupakan kawasan yang berada pada ketinggian 800 m dari permukaan laut. Pada malam hari udara di Soe cukup dingin namun panas pada siang hari. Perjalanan darat dari Kupang ke Soe akan melalui kawasan perbukitan yang indah dan menyenangkan.
Soe merupakan kota yang cukup berkembang di mana penduduknya tinggal di rumah-rumah modern namun masyarakat di sekitar kota ini masih banyak yang tinggal di rumah tradisional yang disebut lopo atau ume kebubu dengan atapnya yang berbentuk sarang lebah, tidak memiliki jendela dengan pintu masuk yang rendah—kurang dari satu meter. Karena tidak memiliki jendela maKa asap dari dapur terkadang memenuhi ruangan rumah.
Wilayah di sekitar Soe memiliki beberapa lokasi menarik untuk dikunjungi antara lain Oinlasi yang berada sekitar 51 km dari Soe. Daya tarik Oinlasi adalah pasar traditional yang besar yang digelar setiap hari Selasa. Pasar di tempat ini adalah yang terbesar dan terbaik di Timur Barat.
Penduduk yang berasal dari berbagai desa di wilayah ini berdatangan ke pasar ini dengan mengenakan pakaian khas tradisional mereka. Di tempat ini pedagang menjual antara lain kain tenun ikat, berbagai ukiran, topeng dan lain-lain. Tersedia angkutan umum bus langsung dari Kupang (empat jam).
Boti terletak sekitar 12 km dari Oinlasi pada suatu lembah pegunungan yang agak terisolir. Perjalanan ke tempat ini harus melalui jalan yang berliku-liku naik turun perbukitan. Merupakan salah satu desa yang tersisa di Timor Barat di mana masyarakatnya masih teguh menjalankan tradisi adat mereka. Karenanya tempat ini sangat menarik bagi wisatawan manca negara untuk berkunjung.
Warga desa Boti dipimpin oleh seorang pemimpin atau raja yang berusia lebih dari 80 tahun dan hanya dapat berbicara dalam bahasa setempat. Masyarakat Boti tidak menerima pengaruh agama manapun dan mereka taat menjalankan aturan adat mereka. Penduduk di sini hanya mengenakan pakaian yang ditenun dari kapas yang mereka tanam sendiri.

Kefamenanu atau Kefa yang berada di Timur Laut pada jarak sekitar 217 km dari Kupang adalah kota yang tenang dengan udaranya yang dingin. Dari tempat ini pengunjung dapat berjalan kaki menelusuri kawasan perbukitan yang indah di sekitar kota, Kota ini memiliki suasana Katholik yang kuat karena memiliki sejumlah gereja dengan bentuk bangunan yang mengesankan.
Kefa merupakan kota dengan wilayah yang tersebar. Lokasi Pasar lama berada beberapa kilometer di Utara terminal bis yang juga merupakan pusat kota Kefa.
 
Sumba
Pulau Sumba terletak di Barat Daya Provinsi NTT, tepatnya berjarak sekitar 96 km di sebelah Selatan P. Flores, 295 km di sebelah Barat Daya P. Timor dan 1.125 km di sebelah Barat Laut Darwin Australia. Pulau ini berada pada busur luar kepulauan Nusa Tenggara, dan pada busur tersebut P.Sumba terletak antara P. Sumbawa dan P. Timor.
Menjelajah pulau Sumba terbesit pesan bahwa Sumba adalah pulaunya para arwah karena di setiap sudut kota dan kampungnya tersimpan persembahan dan pujian pada leluhur. Nama Sumba atau Humba berasal dari nama ibu model Rambu Humba, istri kekasih hati Umbu Mandoku, salah satu peletak landasan suku-suku atas kabisu-kabisu Sumba.
Altar megalik dan batu kuburan keramat yang menghias setiap jantung kampung dan dusun (paraingu) adalah bukti pasti akan kepercayaan animisme itu. Letaknya yang berada ditengah-tengah antara Sumbawa dan Timor membuat secara geografis pulau Sumba ini agak terisolir dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia.

Kondisi ini menyebabkan pada masa lalu masyarakat pulau ini tidak banyak menerima pengaruh dari para pendatang sehingga menjadikan kebudayaan masyarakat Pulau Sumba relatif masih murni, dan inilah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan manca negara untuk datang.
Sumba juga dikenal dengan produk kain tenun ikat khususnya tenun ikat yang berasal dari Sumba Timur. Tenun ikat asal daerah ini disebut-sebut sebagai yang paling indah dengan warnanya yang cerah dengan motif-motif yang menceritakan kehidupan masyarakat Sumba masa lalu. Sumba Barat dikenal karena rumah adanya yang menarik dan juga makam tua peninggalan leluhur orang Sumba.

Binatang unggulan ini menambah maraknya atraksi budaya yang dimiliki yaitu Pasola, petang melempar lembing kayu sambil memacu kuda, untuk menyambut putri Nyale, si putri cantik yang menjelma diri dalam wujud cacing laut yang nikmat gurih.
Pulau Sumba memiliki wilayah padang rumput yang sangat luas menjadikan pulau ini sebagai salah satu kawasan pengembangbiakan kuda. Kuda sering digunakan di kawasan yang berbukit-bukit yang sulit dijangkau kendaraan bermotot. Bagi orang Sumba, kuda adalah status simbol dan hewan ini kerap dijadikan mahar atau syarat untuk melangsungkan pernikahan.

Pasola berasal dari kata 'sola' atau 'hola', yang berarti sejenis lembing kayu yang dipakai untuk saling melempar dari atas kuda yang sedang dipacu kencang oleh dua kelompok yang berlawanan. Setelah mendapat imbuhan 'pa' (pa-sola, pa-hola), artinya menjadi permainan. Jadi Pasola atau pahola berarti permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan.
Diselenggarakan di Sumba Barat setahun sekali pada bulan Februari di Kodi dan Lamboya. Sedangkan bulan Maret di Wanokaka, Pasola dilaksanakan di bentangan padang luas, disaksikan oleh segenap warga Kabisu dan Paraingu dari kedua kelompok yang bertanding dan masyarakat umumnya.

Peserta permainan adalah pria pilihan dari kedua Kabius yang harus menguasai dua keterampilan sekaligus yakni memacu kuda dan melempar lembing (hola). Pasola biasanya menjadi klimaks dari seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka pesta nyale.
Pasola diyakini merupakan perintah para leluhur untuk dijadikan penduduk pumeluk Marapu. Karena itu Pasola pada tempat yang pertama adalah kultus religius yang mengungkapkan inti religiositas agama Marapu.

Hal ini sangat jelas pada pelaksanaan Pasola yang diawali dengan doa semadhi dan Lakutapa (puasa) para Raro, foturolog dan pemimpin religius dari setiap kabisu terutama yang terlibat dalam Pasola.

Bila terjadi kematian yang disebabkan oleh permainan Pasola, dipandang sebagai bukti pelanggaran atas norma adat yang berlaku. Kegiatan ini menjadi perekat jalinan persaudaraan antara dua kelompok yang turut dalam Pasola.
Sedangkan sebulan sebelum hari H, pelaksanaan Pasola sudah dimaklumkan bulan pentahiran bagi setiap warga Paraingu dan pada saat pelaksanaan Pasola, darah yang tercucur sangat berkhasiat untuk kesuburan tanah dan kesuksesan panenan.

Kecamatan Kodi merupakan wilayah yang terletak paling Barat di Pulau Sumba dengan ibukotanya berada di Bondokodi yang berada sekitar 2 km dari pantai.
Banyak pilihan untuk kegiatan wisata pantai di Kabupaten Sumba Barat yaitu ke pantai Rua/Wanokaka, pantai pasir putih yang jaraknya 21 km dari kota Waikabubak sebagai ibukota kabupaten. Pantai lainnya adalah Nihi Watu, sekitar 21 km sebelah Selatan kota Waikabubak. Pantai ini sangat cocok untuk kegiatan diving, surfing dan mancing.

Wilayah Kodi memiliki banyak lokasi yang menarik misalnya kawasan pedesaan dengan rumah-rumah adat yang beratap tinggi, makam batu megalitik; juga kawasan pantainya yang panjang dan berpasir putih. Wisatawan juga berkesempatan untuk membeli produk kerajinan masyarakat setempat seperti ukiran kayu, tulang dan tanduk.
Waikelo yang terletak di pantai Utara Sumba Barat, di Utara Waitabula merupakan kota pelabuhan utama di Sumba Barat. Wilayah yang dihuni penduduk dengan mayoritas pemeluk Islam ini memiliki kawasan pantai yang indah. Di tempat ini terdapat Newa Sumbawa Resort.

Di wilayah Timor Barat kondisi alam yang agak kering dengan kondisi tanahnya yang berbatu-batu. Namun kawasan pesisirnya memiliki pantai-pantai yang indah. Masyarakat Timor Barat umumnya merupakan masyarakat yang masih tradisional. Bahasa Tetum merupakan bahasa yang paling banyak digunakan di Timor Barat di antara sekitar 13 bahasa daerah lainnya di wilayah ini.

Waikabubak adalah kota yang terletak pada ketinggian sekitar 600 m atas permukaan laut dengan udara yang agak sejuk. Tempat ini merupakan titik awal yang bagus untuk mengeksplorasi desa tradisional Sumba Barat. Waikabubak memiliki sejumlah rumah tradisional Sumba juga makam batu yang diukir dengan motif-motif tanduk kerbau yang dapat ditemui di salah satu kampung di kota ini seperti di Kampung Tambelar.

Selain itu, di Waikabubak terdapat sejumlah kampung lainnya yang menarik untuk dikunjungi seperti Kampung Tarung yang kerap menggelar upacara adat Wula Podhu yang terkait dengan kematian. Kampung lainnya yang menarik dengan pemadangan yang indah adalah kampung Praijing dan Bondomarotto.
Kampung Praijing memiliki panorama yang indah yang berada di atas bukit, 4 km dari pusat kota. Di sini juga terdapat rumah tradisional dari makam batu besar. Kampung lainnya yang juga indah adalah Kampung Prairami dan Kampung Primkateti yang juga berada di atas bukit.

Obyek wisata lainnya adalah air terjun Mata Yangu di Kecamatan Katikutana yang memiliki ketinggian 75 meter yang masih alami dan belum dieksploirasi. Obyek wisata air terjun lainnya adalah Waikelo Sawah di Kecamatan Wewewa Timur sekitar 12 km dari ibukota kabupaten dan merupakan air yang keluar dari dalam gua dan digunakan untuk mengairi sawah-sawah di lokasi tersebut.
Air terjun lainnya adalah Dikira di Kecamatan Wewewa Timur 40 km ke arah Barat dari Kota Waikabubak. Air terjun ini sangat indah dan menawan. Air terjun ini di manfaatkan oleh PLN Cabang Waikabubak untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro.

Potensi wisata alam lainnya adalah kegiatan Taman Nasional Manupeu. Terletak di Kecamatan Katikutana 20 km dari Kota Waikabubak. Lokasi Taman Nasional seluas 65.000 ha dapat dijadikan sebagai tempat penelitian beragam flora dan fauna.
Di Desa Taramanu, Kecamatan Wanokaka sekitar 18 km dari kota Waikabubak terdapat goa Bijalungu Hiupaana, sebuah gua alam yang setiap tahun menjadi tempat digelarnya upacara sakral Marapu yang dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, pemurnianan diri, memprediksi hasil panen yang akan datang serta untuk mempersiapkan alat-alat pertanian.

Upacara ini di rayakan dengan mempersembahkan makanan dan minuman berupa hewan kerbau, babi, dana ayam seraya melantunkan nyanyian, tarian dan kalimat-kalimat magis marapu. Ritual budaya yang disebut Purunga Taliang Marapu berisikan petuah/wejangan. Wilayah pelaksanaannya pada desa Umbu Pabai, kecamatan Katikutana sekitar 38 km dari ibukota Waikabubak. Berlangsung selama 4 hari pada minggu pertama bulan Oktober.
Sisa-sisa kebudayaan megalitik berupa kubur batu, plus rumah-rumah adat yang sering menjadi tempat pelaksanaan upacara adat penguburan jenazah bangsawan, menarik minat para wisatawan. Begitu juga wisata alam di Taman Nasional Laiwangi Wanggameti dan tempat persinggahan burung dari Australia.

Di Anakalang yang terletak sekitar 22 km di Timur Waikabubak-di jalan raya yang menuju ke Waingapu-terdapat Kampung Pasunga yang memiliki makam batu yang mengesankan. Makam batu ditempai ini terdiri alas potongan batu besar yang diletakan horizontal dan di depannya terdapat potongan batu vertikal yang diukir dengan bentuk pria dan wanita. Makam batu di tempat ini dibangun pada tahun 1926; lima orang dikuburkan di sini dan pada saat upacara pembangunan makam batu ini 150 kerbau disembelih.

Kampung Sumba yang lebih mengesankan dapat ditemui di Kabonduk, di Selatan Pasunga, di tempat ini terdapat makam batu terberat yaitu 70 ton. Pada waktu pembangunannya diperlukan 2.000 pekerja yang bekerja selama tiga tahun untuk menyelesaikan makam batu ini.
Dari Kabonduk perjalanan dapat dilanjutkan berjalan kaki selama 15 menit ke Makaleri dan Lai Tarung, dua pemukiman asli leluhur masyarakat setempat. Penghuni Kedua desa ini kebanyakan sudah pindah ke tempat lain kecuali beberapa keluarga.

Beberapa rumah juga sudah roboh karena sudah terlalu tua, namun tempat ini memiliki panorama yang sangat indah ke arah kawasan pedesaan di sekitarnya. Lai Tarung akan ramai dikunjungi orang pada saat upacara Puningu Takadonga Ratu yang merupakan upacara adat untuk menghomati arwah leluhur yang diadakan setiap tahun pada bulan Juni.

Di Gallubakul yang terletak sekitar 2,5 km dan Kabonduk terdapat makam batu Umba Sawola yang berbentuk batu tunggal sepanjang 5 m; lebar 4 m dan tebal sekitar 1 m. Di Waigali yang terletak sekitar 20 km di Selatan Waikabubak, di wilayah (kecamatan) Wanokaka, dapat ditemui sejumlah perkampungan tradisional. Tempat ini juga menjadi lokasi festival Pasola yang diadakan pada bulan Maret. Makam batu Watu Kajiwa di Praigoli disebut sebagai makam batu tertua di wilayah ini.
Kawasan perairan Selatan di Sumba Barat memiliki pantai yang indah antara lain Pantai Rua yang memiliki sejumlah lokasi yang bagus untuk berenang. Namun pantai yang paling indah dengan lokasi yang bagus untuk berselancar terdapat di Ngihiwatu dan lebih ke Barat lagi di Pantai Marusi, di dekat Lamandunga.

Ada juga pantai Konda Maloba terletak 58 km ke arah Timur kota Waikabubak dan dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor. Di pantai ini wisatawan dapat menikmati keindahan dan kekayaan taman laut sambil menyelam untuk melihat terumbu karang, habitat ikan hias, rumput laut dan lain-lain. Pantai Marosi juga merupakan pantai yang indah dengan pelataran batu karang di bibir pantai.

Sumba Tengah Selatan
Kawasan Sumba Tengah-Selatan memiliki wilayah yang sulit dilalui dengan sarana transportasi. Walaupun tersedia angkutan umum bus dari Waingapu ke Tarimbang dan truk ke Praingkareha, namun wisatawan memerlukan kendaraan jip untuk menelusuri wilayah ini. Tarimbang merupakan desa yang memiliki kawasan pantai yang bagus untu kegiatan selancar.

Di dekat desa Praingkareha terdapat air terjun yang sangat indah setinggi 100 m yang dinamakan Air Terjun Laputi di maria terdapat kolam yang menyenangkan di bawahnya. Lokasi air terjun berada sekitar 3 km dari desa tersebut. Di desa Lumbung yang terletak di Timur Laut Praingkareha juga terdapat air terjun yang sangat indah setinggi 25 m. Walaupun air terjun ini tidak terlalu tinggi namun volume air yang jatuh sangat besar dan sangat jernih.
Waingapu merupakan kota terbesar di Sumba dan merupakan pintu masuk utama ke pulau ini. Kota ini telah menjadi pusat pemerintahan sejak tentara Belanda menduduki wilayah ini pada tahun 1906.
Kota ini telah lama menjadi kawasan perdagangan yang diawasi oleh sejumlah kerajaan kecil yang berada kawasan pesisir. Para pedagang dari Bima, Makassar dan Ende banyak yang datang membawa kain dan barang-barang logam untuk ditukarkan dengan kuda dan kayu asal daerah ini.

Para pedagang kain tenun ikat dapat dijumpai dengan mudah di Waingapu; mereka bahkan menjajakan barang dagangannya di depan beberapa penginapan yang terdapat di kota ini. Salah satu pusat pembuatan tenun ikat di dekat Waingapu terdapat di Prailiu yang dapat dicapai dengan angkutan umum.

Sejumlah desa tradisional yang berada di wilayah Sumba Timur dapat dikunjungi wisatawan dari Waingapu. Wilayah Sumba Timur merelokasi pemakaman batu leluhur orang Sumba dengan bentuknya mengesankan.

Selain itu wilayah ini juga memiliki pusat kerajinan tenun ikat. Masyaraka desa di wilayah ini ternyata telah terbiasa menerima kedatanga wisatawan; hal ini terlihat bahwa di setiap desa tersedia buku tamu yang harus diisi pengunjung.
Desa pantai lainnya adalah Pero dengan panorama pantainya yang sangat indah. Lokasi ini terletak hanya beberapa kilometer dari Bondokodi. Dari sini wisatawan dapat mengunjungi salah satu desa tradisional di Ratenggaro. Pemandangan dari Ratenggaro ke arah pantai sangatlah indah.

Dari ketinggian lokasi ini terlihat pohon kelapa berjejer di sepanjang pantai dan di kejauhan terlihat atap-atap rumah adat desa Wainyapu berada di seberang sungai. Wisatawan dapat mendatangi Wainyapu dengan cara menyeberangi sungai pada saat air surut.
Praiyawang yang terletak sekitar 69 km di Tenggara Waingapu atau tujuh kilometer di Selatan Melolo merupakan kawasan desa tradisional yang memiliki rumah adat dan jUga makam batu leluhur yang mengesankan.

Makam batu terbesar di tempat ini terdiri atas empat tiang batu besar setinggi 2 m yang menopang potongan batu lainnya sepanjang 5 m, lebar 2,5 m dan tebal 1 m di mana di atasnya terdapat potongan batu yang lebih kecil yang diukir bentuk-bentuk manusia dan hewan. Di depan makam Batu ini terdapat beberapa rumah adat Sumba.
Sekitar 4 km di Barat Laut Melolo, desa Umabara dan Pau juga memiliki pemukiman dengan rumah-rumah adatnya makam Bantu dan tenun ikat. Desa Ngalu dan Kaliuda di wilayah Mangili disebut-sebut sebagai penghasil kain tenun ikat terbaik di Indonesia yang kaya akan warna-warna alami. Namun harganya sangat mahal.


Dan di Nusa Tenggara timurTerbagi  menjadi 21 Kabupaten/Kota  yang terpisah oleh Laut Sawu dan menjadikan Nusa Tenggara Timur di dominasi oleh kepulauan.
Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi yang didominasi oleh kepulauan, tiga pulau utama di wilayah ini adalah Flores, Sumba, dan Timor Barat.
Sedangkan pulau-pulau lain diantaranya adalah Pulau Adonara, Alor, Babi, Besar, Bidadari, Dana, Komodo, Rinca, Lomblen, Loren, Ndao, Palue, Pamana, Pamana Besar, Pantar, Rusa, Raijua, Rote (pulau terselatan di Indonesia), Sawu, Semau dan Solor.
 
Sumber ; Dari berbagai sumber 

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More