Pages

Selasa, 15 Maret 2011

misteri Benua Atlantis

Misteri Benua Atlantis masih menjadi perbincangan paling panas di kalangan masyarakat. Apa itu Altantis sebenarnya? Apakah benua itu memang benar-benar pernah ada?

Kerajaan Atlantis
Masyarakat umum biasanya mengenal Atalantis sebagai sebuah kerajaan pulau kuno yang seluruhnya tenggelam ke dasar laut. Legenda berkembang hingga banyak film atau novel fiksi ilmiah mengangkat kisah mengenai Kerajaan Atlantis yang masih hidup di dasar laut. Lengkap dengan penduduknya yang masih berwujud manusia tetapi memiliki insang.

Asal Kata
Asal kata Atlantis sendiri masih simpang siur. Ada yang mengatakan nama itu muncul dari lokasinya yang ada di tengah Samudera Atlantis, ada juga yang mengatakan isitlah itu berasal dari bahasa Sansekerta, Atala, yang berarti 'surga'.

Rekaman Sejarah
Menurut rekaman sejarah, istilah Atlantis pertama muncul dalam dua buku karya Plato, filsuf Yunani yang tersohor. Judul kedua buku itu adalah Timaeus dan Critias. Plato menceritakan sebuah pulau yang ditenggelamkan oleh gempa bumi ke dasar laut.

Dalam buku tersebut, digambarkan sebuah kerajaan makmur, pusat peradaban dunia yang lebih luas dari gabungan wilayah Asia kecil dan Libya dengan ibukota bernama Atlantis.

Altantis digambarkan sebagai kerajaan maritim dan peradaban yang sangat sempurna, semacam Utopia, yang berjaya di abad ke-10 SM. Konon, angkatan lautnya berhasil menduduki Eropa Barat dan Afrika. Ia, bahkan, mampu menguasai semua wilayah Mediterania, kecuali Athena.

Menurut legenda, semua kejayaan itu tenggelam ke dasar laut hanya dalam waktu satu malam. Perdebatan mengenai unsur fakta dan fiksi dari tulisan Plato ini, masih menjadi topik yang belum tuntas dibahas para ilmuwan karena banyak yang menduga Plato mengarang dongeng Atlantis untuk menjadi ilustrasi teori politiknya.
Lokasi Atlantis

Nyatanya, hingga hari ini, tidak ada sisa apapun dari Kerajaan Atlantis yang dapat mengkonfirmasikan kebenaran itu. Para arkeolog sendiri memiliki banyak pendapat mengenai lokasi persis di mana legenda Atlantis berasal. Namun, di antara begitu banyak kandidat lokasi, ada dua lokasi yang paling sering dibahas.
1. Pulau Thera dan Pulau Kreta

Pulau di Laut Aegea dekat Yunani ini digadang oleh para ahli kelautan sebagai lokasi Atlantis. Mereka mendeteksi daerah ini pernah mengalami gempa vulkanik yang sangat dahsyat, antara 1490- 1640 SM, hingga menghancurkan seluruh pulau.

Ketika dieksplorasi oleh para ilmuwan, pulau ini tertutup penuh oleh debu vulkanik yang sangat tebal. Namun, setelah debu itu disingkapkan, terbukalah semua sisa kebudayaan kuno berumur ribuan tahun. Di tengah semua penemuan seperti tembikar, tembok kota, dan hasil budaya lain, tidak satupun tengkorak manusia ditemukan.

Ilmuwan menduga semua penduduk telah pergi sebelum letusan fatal itu terjadi. Diduga, letusan ini juga menenggelamkan sebagian besar pulau dan memunculkan tsunami yang dahsyat ke area sekitarnya, termasuk Kreta.

Pulau Kreta juga banyak disebut-sebut sebagai lokasi Kerajaan Atlantis di masa lalu karena arkeolog menemukan barang-barang sisa peradaban kuno yang kental dengan gaya Mycenaea. Penenuman menunjukkan kalau sebuah peradaban mapan pernah berdiri di sini, jauh sebelum Yunani menjadi besar.
2. Wilayah Kepulauan Indonesia

Ini adalah hasil penelitian terbaru yang cukup menjadi buah bibir di negara kita. Aryso Santos, seorang akademisi Brazil, menyimpulkan hal ini setelah penelitian 30 tahun. Ia membandingkan ciri-ciri geografis Indonesia dan menyimpulkan bahwa Kerajaan Atlantis yang pada masa jayanya menjadi pusat peradaban dunia, berpusat di Nusantara.

Salah satu bukti yang ia ajukan adalah kemiripan sistem terasering sawah dengan struktur Borobudur, Piramida Mesir, dan Istana Raja Aztec. Atlantis dikatakan sebagai sebuah benua besar yang wilayahnya terbentang dari India, Sri Lanka, hingga ke Indonesia.

Wilayah ini memang dikenal sebagai daerah cincin api karena banyaknya gunung berapi aktif. Faktor vulkanik inilah yang menurut Santos membuat Atlantis tenggelam dan Indonesia menjadi daerah kepulauan.........

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More