Pages

Jumat, 18 Maret 2011

Ketika Hati Menangis

Tuhanku,
ketika hati sedang menangis
hanya Engkau saja yang tahu
betapa merananya diriku
tak mungkin yang lain tahu….

Tuhanku,
ketika mereka meninggalkan aku
sendiri terkapai-kapai
ketika dunia tiada simpati
Kau tetap mendengar rintihanku
PadaMu tempatku menagih kasih
ketenangan kurasa mendekatiMu
Syahdu malam tak terasa sunyi..

Tuhanku,
ketika aku dalam kepayahan
keseorangan dihimpit beban derita
Kau beri aku kesabaran
pengalaman mengajar arti kematangan
lantas Kau membuka pintu hatiku
untuk memberi kemaafan
pada mereka yang pernah melukakanku..
pada mereka yang terus melukakanku…
Dan pada mereka yang tersedar karena melukakanku…

Tuhanku,
ketika aku buntu
keliru dengan masa depanku
kau berikan aku kekuatan
Kau tunjukkan aku jalan
peluang kedua yang sungguh bermakna
sebagai lampu hidupku
menebus usia yang sia-sia
mengganti semalam yang pergi
memperbaiki kelemahan diri
mempelajari pengajaran dari kesilapan
menimbus kekecewaan dan dendam

Moga tiada lagi aku
bercita-cita lemas di laut
atau terlanjur menelan berlebihan pil
sungguh pelik bunyinya tetapi benar
hanya Kau saja yang mengerti
hatiku terseksa sekian lama
kini akhirnya bangkit semula
melupakan episod terakhir
dan menyambut lembaran baru…

Tuhanku Yang Maha Pengasih
rahmatMu tak terkira
syukurku melangit pun tak tercapai
sungguh aku rasa berdosa
kerana dulu sering terlalai
semoga penyesalanku kau terima…

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More