Pages

Tampilkan postingan dengan label KUMPULAN PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KUMPULAN PUISI. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Desember 2012

Wanita-Wanita Perkasa

Wanita perkasa,
bukanlah mereka yang tak pernah
mengeluh dan menangis
bukan pula mereka yang tak pernah
merengek, memelas cinta, dan minta dimanja
 
Tapi wanita perkasa...
adalah mereka yang setia
pada pasangan jiwa dalam
setiap hembusan irama nafasnya
biar dahsyatnya badai problema menerpa
biar derasnya ombak sengsara melanda
biar panasnya api fitnah menyala
..  
Dia tetap bersama, tetap setia
mengarungi dan mengiringi irama
hidup dengan lembut nafasnya
 
Sumber : http://www.jendelasastra.com

Kamis, 16 Agustus 2012

Syair Kehidupan

Yg ternanti hanya kiasan………
Seperti warna di ujung kemilau pelangi
ternyata semua hanyalah bagian yg terlupa
dari bagian detik yg berderik di sepanjang waktu

Tak terasa hujan tlah menyapu langit
Di antara cumbuan yg tersaput awan
diam di belenggu embun yg mulai menggigil
sepi membisikan peluh yg terkoyak

Dentingan perih di antara kisah kasih mlm ini
menyentuh raga dari sela celah ruang kamar
seolah yg terlewati adalah bagian yg terbagi
terpampang seblm disapa tergetar sebelum terbuka

Kerlip bintang menerobos gelap yg terselip diam
sekali lg raga ini meraba makna dari sekumpulan resah
membiarkan dahaga menyibak hati yg tergores
terus mencari nikmatnya rasa sakit yg begitu sempurna ...

Rabu, 13 Juni 2012

Teruntuk Sebelah Hati

 Teruntuk Sebelah Hati

 
Sebisa Mungkin Ku ingin satukan
Kendati aral memapah berlainan arah
Sekalipun Hening meski terpecah
Tak surut biduk tuk mengayuh

Semoga asaku masih kau genggam erat
Menjelang mu, Dalam diam temaram
Seolah Isyarat matamu meretas hadirku
Menampik Guratan kita seolah Semu

Harusnya kita selalu terbang bersama
Mengitari ruang yang tak sempat terjamah
Tapi engkau enggan tuk lebih tau
Bahwa sebelah sayapku,Ada padamu
Mustahil tuk ku kepak  tanpa kamu

ANDHIES

Selasa, 24 April 2012

Lonceng Kematian

Hari ini...
Ketika gemuruh bersambut gemercik hujan, Menyapaku dalam sepi.
Kadang hening. Rusuh…
Kala terjaga diantara angan dan penantian.
 
Kau..
Kau yang telah meninggalkan satu luka lara sanubari,
Dimana kata maaf tercampakan, ternoda oleh murka.
Begitu terhempas, membelai setiap sudut gundah, resah.
Membuai dalam hampa, menapaki lorong waktu yang kosong dan hina.

Sementara ruang dan waktu menggelepar,

berlari mengejar benci.
Diasatu sisi kehidupan yang berkelana penat,
Hingga benang merah tak sanggup mengikat pahit kehidupan.
Terhanyut dalam lembah kerapuhan,
Terkubur diantara harapan tercabik.

Hari ini...

Bersama detik-detik yang membunuh,
Kau bawa aku pada lonceng kematian.

Hari ini...

Bilakah waktu berhenti sejenak,
seiring penantian ini.
Dari penantianku yang tak pasti. .. 

By : Prabu Lm

Sabtu, 07 April 2012

ADA APA DENGAN KALIAN

Kalian sibuk mengujarkan dan mengajarkan kalimat syahadat
Sambil terus mensekutukan diri kalian dengan Tuhan penuh semangat
Berjihad di jalan kalian
Berjuang menegakkan syariat kalian
Memerangi hamba hambaNya yang seharusnya kalian ajak ke jalanNya
Seolah olah kalian belum tahu bedanya
Antara mengajak yang diperintahkanNya
Dan memaksa yang dilarangNya

Kalian kibarkan Rasulurrahmah Al Amien dimana mana
Sambil menebarkan laknatan lil'aalamien kemana mana

Ada apa dengan kalian?

Mulut kalian berbuih akhirat
Kepala kalian tempat dunia yang kalian anggap nikmat

Ada apa dengan kalian?

Kalian bersemangat membangun masjid dan mushalla
Tapi malas memakmurkannya

Kalian bangga menjadi panitia zakat dan infak
Seolah olah kalian yang berzakat dan berinfak
Kalian berniat puasa di malam hari
Dan iman kalian ngeri
Melihat warung buka di siang hari
Kalian setiap tahun pergi umrah dan haji
Tapi kalian masih terus tega berlaku keji

Ada apa dengan kalian?

Demi menjaga tubuh dan perut kaum beriman dari virus keharaman
Kalian teliti dengan cermat semua barang dan makanan
Bumbu penyedap, mie, minyak, sabun, jajanan.
Rokok dan berbagai jenis minuman
Alkohol, minyak babi dan nikotin adalah najis dan setan
 
Yang mesti dibasmi dari kehidupan
Untuk itu kalian
Tidak hanya berkhotbah dan memasang iklan
Bahkan menyaingi pemerintah kalian
Menarik pajak produksi dan penjualan
Dan agar terkesan sakral
Kalian gunakan sebutan mulia, label halal

Tapi agaknya kalian melupakan setan yang lebih setan
Najis yang lebih menjijikkan
Virus yang lebih mematikan
Daripada virus alkohol, nikotin dan minyak babi
Bahkan lebih merajalela daripada epidemi

Bila karena merusak kesehatan, rokok kalian benci
Mengapa kalian diamkan korupsi yang merusak nurani
Bila karena memabokkan, alkohol kalian perangi
Mengapa kalian biarkan korupsi
Yang kadar memabokkannya jauh lebih tinggi?
Bila karena najis, babi kalian musuhi
Mengapa kalian abaikan korupsi
Yang lebih menjijikkan
Ketimbang kotoran seribu babi

Ada apa dengan kalian?

Kapan kalian berhenti membanguan kandang kandang babi
Di perut dan hati kalian dengan merusak kanan-kiri?
Sampai kalian mati dan dilaknati?

                                                                    By : Gus Mus 

Selasa, 03 April 2012

DI NEGERI AMPLOP

Amplop-amplop di negeri amplop
Mengatur dengan teratur
Hal-hal yang tak teratur menjadi teratur
Hal-hal yang teratur menjadi tak teratur
 
Memutuskan putusan yang tak putus
Membatalkan putusan yang sudah putus
Amplop-amplop menguasai penguasa
 
Dan mengendalikan orang-orang biasa
Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan
Mencairkan dan membekukan
Mengganjal dan melicinkan
 
Orang bicara bisa bisu
Orang mendengar bisa tuli
Orang alim bisa nafsu
Orang sakti bisa mati

Di negeri amplop

Amplop-amplop mengamplopi
apa saja dan siapa saja

1414

By : GUS  MUS

Minggu, 26 Februari 2012

Sang Pencari Nafkah

Setiap Hari….
Kau tak Gemetar..
Selalu bekerja dan bekerja…
Tubuhmu penuh dengan air asin..
Semangat hidupmu selalu melekat di hatimu…

Setiap Waktu…
Dirimu tak hentinya..
Menyerukan hati para Sang Bintang…
Untuk memberikan segumpal kertas Tetap Bersyukur….

Kelak hati terasa pecah..
Disaat kau bermain api dengan Sang Bintang..
Celotehan Sang Bintang, Kau pun Tetap Diam….
Hidup seakan tak adil…
Mara bahaya sering kau dapat.!!!
Kau tetap diam…

Wahai Sang Pencari Nafkah…
Tabahkanlah Hatimu…
Terus berusaha…
Kelak kau akan menjadi pengusaha..
Semangat hidup takkan rapuh Saat kau maju di jalan itu sendiri

Jumat, 24 Februari 2012

Aku Dan Rasa Yang Ku Punya

Haruskah semua berakhir pada takdir, yang tak pernah bahkan tak mau aku ukir,
di kehidupan penuh penantian akan hadirnya suatu kebahagian,
bukan cinta yg aku pinta bukan pula rasa yg aku punya tapi kepastian akan sebuah
perjanjian yg terucap atas apa harap,bukan sekedar berkata yg tak bemakna,
bukan pula berjanji namun tak pasti, kegundahan di kegelisahan dalam redup sayup
kepedihan yang tak pula berkesudahan, di kehidupan hanya da bias-bias keindahan yang
tak pernah bahkan mungkin takan bisa kita rasakan jika hanya berteman dengan kebodohan
dan kebohongan,

Hanya dengan nurani kita dapat mawas diri berkaca pada pengalaman berubah untuk masa depan demi meraih suatu kebahagian sebuah kebanggan, untuknya aku berucap dan untuk ku aku bersikap,

Demi satu yang di tuju demi masa lalu yang teramat sangat ingin aku tinggalkan lupakan hapuskan selamanya sampai nanti sampai ku kembali dengan diri ku yg lebih berarti.Semua rasa yang ku punya smua kata penuh makna yang ku rasa ku coba smapaikan walau hanya dalam sbuah tulisan,aku ingin dia ada untuk ku menggoreskan lukisan2 kebahagian di kehidupan q yang sendiri tuk di miliki,jangan da palsu jika memang benar aku untuk mu,semua kini seakan mimpi dalam kehidupan ku seperti terlahir kembali,aku bukan yang dlu,aku tak mau lagi tertipu dengan semua kepalsuan dan kebohongan,aku ingn kembali teruntuk mencintai dia yang kini ada slmanya.......slama dya bicara dalam kejujuran ku kan setia untuknya...

Banjarsari, 31 Juli 2011 pukul 10:24

Oleh: Widia Julianti Irawan

Minggu, 12 Februari 2012

Di Titik Pertemuan

Langkahku berirama menjemput pesan singkat
dan sebuah titik pertemuan
ketika malam masih bercumbu
dengan trotoar,
lampu-lampu jalan, genangan hujan.

Di sana tercipta kerinduan.
Terbingkai rapi
dalam emperan toko
dan lalu lalang kendaraan
 
Dalam percakapan
dan buih-buih minuman
dan asap yang leleh senada kuhisap
ingatan tentang
kalimat-kalimat yang pernah kita perbincangkan.

Aku terduduk kemudian.
Mencari janji di sebuah titik pertemuan.
Menanti langkah yang seirama
datang dari arah yang berlawanan.

Kubaca lagi pesan singkatmu.
Dua lewat lima.
Trotoar itu masih sama.
Seperti jumpa kita yang pertama.
 
Juga lampu-lampu jalan
emperan toko
genangan hujan
lalu lalang kendaraan
dan malam yang serakah mencumbui semuanya.
Tapi sadarku masih sempat lari
dibawa pergi oleh lantang suara adzan.

Lalu tiba-tiba kulihat sosok itu dari sudut
menuju tepat ke titik pertemuan.
Aku kenal betul siapa
: sang penulis pesan.
Kusaksikan.
 
Dia menunggu, mondar-mandir mengutuk malam
yang sama.
Yang pernah mecumbui kita berdua pula
dulu,di bawahnya.
 
Ya.Dia ada disana.
Menunggu.
Hingga bayangannya hilang
jadi abu
di depan sepatuku.

Sambil membaca pesan singkatmu,
Aku tau pasti
tak ada yang berubah di titik pertemuan itu.

Hanya saja
aku tak pernah datang kembali kesana.
Aku tak pernah menemuimu untuk kedua kalinya.


                                                  dhika agusta [lord_heart86@...]

Jumat, 10 Februari 2012

BERCERMIN PADA SETITIK AIR

Tak selamanya kebenaran dibawa oleh banyaknya gelombang manusia
tak pasti pula kebenaran selalu hinggapi mereka yang mengaku langka coba tegakkannya
coba tanyakan pada air yang mengalir karenaNya
Dia, Yang Ciptakan Kebenaran itu sendiri…

Saat banyak manusia di sekitarku
Inginkan tuk cepat sambut pagi
Kenapa diri ini Inginkan malam agar tak cepat berlalu

Entah mengapa
Sesekali kutemui diri ini berbeda
Saat banyak manusia di sekitarku
Inginkan agar waktu terulang kembali

Kenapa diri ini
Inginkan hari tuk sambut wujudnya yang baru

Entah mengapa
Terkadang kutemui diri ini berbeda
Ketika penghuni Bumi
Bisikkan rendah suaranya

Mengapa jiwa ini
Lantangkan teriakannya
Ku tak tahu sebabnya
Tak jarang diri ini berlaku tak sama
Ketika penghuni Bumi
Mendongak tertawa bahagia

Mengapa jiwa ini
Tertunduk ratapi jalan hidup tak semestinya
Ku tak tahu sebabnya
Terlampau sering diri ini berlaku tak sama

Aneh,Memang tidak seharusnya terjadi
Ku sadar akan hal ini
Tapi apa kuasaku
Bukan Tuhan diriku
Tentukan apa yang seharusnya terjadi
Tak bisa kumengerti
Kuingin berlari

Kala semua orang
Nikmati langkah berjalan
Tak bisa kupahami
Kuingin berontak lawan

Kala semua orang
Patuhi apa yang mereka sebut aturan
Tak bisa kuakui

Kala aku masih sibuk mencari
Bagaimana bisa semua orang
Sudah temukan tentang keyakinan
Tak bisa kuresapi
Kala aku sedang berkutat dengan nurani

Bagaimana bisa semua orang
Sudah sempurnakan kesimpulan hakiki
Lelah aku bertanya
Pada diri yang haus akan jawaban
Sampai kapankah
Bermain dalam lingkar perbedaan

Apa memang ini
Yang Penguasa alam kehendaki

Apa memang ini
Yang Penguasa waktu ingini

Entahlah
Aku hanyalah sebuah pion
Sedang Dia
Yang punyai percaturan semesta

Tak sanggup ku ketahui
Aku hanyalah seorang pemain
Sedang Dia
Yang punyai panggung fana dunia

Tapi kumengerti
Aku bagian dari setitik air
Yang paham pula kuakui
Bagian dalam milyaran arus makhlukNya
Buatku resahkan satu hal

Bisakah aku bertahan
Tegar resapi birunya lautan
Sanggupkah titik air ini melawan
Menampar angin yang menghajarnya
Angin yang terus hembuskannya
Hingga tersesat tanpa tujuan

Sanggupkah titik air ini teguh tergenang
Hiraukan mentari yang inginkannya
Mentari yang terus mencari kawan
Yang ternamakan awan

Tuhan, lelah aku mendebat diri ini
Kembalikan tanya pada diri sendiri
Tuhan, tolong dengarkan aku
Jawab segala tanyaku

Bisakah aku tetap melaju
Meski aku hanyalah setitik air
Bisakah aku terus melangkah
Lawan semua arus yang berbalik menahan

Mungkinkah setitik air
Buat mimpinya di tengah damai lautan
Meski milyaran arus gelombang
Berusaha balikkanku ke daratan

Tuhan bukankah Engkau
Yang liputi 7 langit
Tuhan bukankah Engkau
Yang kuasai 7 lautan

Satu pintaku padaMu
Yakinkan segenap diri ini
Akan apa yang sedang kujalani
Kuatkan segenap diri ini
Untuk lalui apa yang akan tersudahi

Tuhan, Ijinkanku utarakan
Apa yang sedang usik khawatirku
Sebelum benar benar kuakhiri lamunanku
Ada di manakah sebenarnya aku ini
Pada siapakah Kau berpihak
Benarkah apa yang sedang kulampaui
Adakah ridhaMu atasku

Tuhanku, Allah..
Kuucap lagi satu harapku padaMu
Di manapun aku saat ini
Pada siapapun Kau berpihak

Buatlah aku, tolong pastikan aku
Untuk terus mengalir sesuai kuasaMu
Untuk terus hidupi Bumi tulus karenaMu
Hingga nanti berakhir di sisiMu

Oleh : http://falahluqmanulhakiem.wordpress.com

TENTANGMU

Kau membuatku luluh dengan semua yang ada pada
dirimu…

Kau membuatku tersenyum ketika aku melihat kau
tersenyum meski itu bukan untukku…

Kau membuatku terkagum ketika kau menunjukkan
kelebihanmu..

Kau membuatku akan selalu mencintaimu ketika kau bisa
menjaga dirimu sendiri dengan baik…

Kau membuatku akan tetap menjadi diriku sendiri ketika
kau mulai mengerti apa yang kumau…

Kau membuatku khawatir ketika kau harus pulang sendirian
di gelapnya malam… Dan aku menangis karena, aku tak
bisa ada disampingmu untuk menjagamu dari semua yang
ada di kegelapan malam…

Kau membuatku gugup ketika kau berada disebelahku…

Kau membuatku ingin tersenyum ketika kau berjalan
berlawanan arah lalu, menatap mataku…

Kau membuatku malu ketika aku tak bisa berucap sepatah
katapun untukmu…

Kau membuat hatiku terpukul ketika kau terdiam tanpa
sedikit berucap karena, suatu hal…

Kau membuatku tak akan pernah menyesal akan semua
yang tlah terjadi ketika, kau menunjukkan
jiwa muslimahmu yang penuh dengan teka-teki tersembunyi…

Kau membuat hatiku yang mati, menjadi hidup ketika kau
memberikanku semangat…

Kau membuatku bingung ketika kau menyembunyikan
sesuatu yang tak boleh aku tahu…

Kau membuatku terlalu mencintaimu…
Hingga aku sering melamuni semua tentangmu…

Kau membuatku semakin mengerti kenapa aku bisa jatuh
cinta kepadamu…

Kau membuatku semakin paham tentang bagaimana aku
harus bertindak…

Kau membuatku semakin menyayangimu ketika aku
mendengar komentar dari orang yang sebenarnya, aku
tahu kau tidak seperti itu…

Aku tahu, aku tak-kan selalu bisa untuk ada di
sampingmu…
Namun, aku akan berusaha tuk bisa menjagamu meski itu
hanya dari kejauhan…

Aku tahu, aku hanyalah manusia yang selalu diam dan diam…
Namun, aku akan bertindak ketika aku harus bertindak…

Aku tahu, aku terlalu lemah untukmu…
Namun, aku akan menunjukkan seberapa tangguhnya
diriku disaat waktu mulai membuat hatiku terpaksa
menunjukkan ketangguhanku…

Jutaan kata tentangmu tersusun rapi di hatiku…
Kan kurawat kata-kata itu agar tidak ternodai dengan apapun…

Terkadang kata-kata yang tlah kurangkai untuk diriku sendiri…
Tidak bisa kupertanggung jawabkan dengan baik…
Hingga aku harus memperbaiki kata-kata itu…
Namun, disaat kau memberiku semangat untuk bisa
memperbaikinya…. Kata-kata itu menjadi sesuatu yang lebih berharga…
Dan aku merasa semakin sanggup tuk mempertanggung jawabkannya…

Kau adalah satu-satunya bunga yang bisa menghiasi
hidupku dengan indahnya warnamu…
Kau kan selalu membuatku terkagum hingga akhir
hidupku…

Oleh : YANUAR SATRIYA PERKASA

Senin, 23 Januari 2012

Kaum Beragama Negeri Ini

Tuhan,
lihatlah betapa baik 
kaum beragama negeri ini 
mereka tak mau kalah dengan 
kaum beragama lain di negeri-negeri lain.

Demi mendapatkan ridhomu
mereka rela mengorbankan 
saudara-saudara mereka untuk merebut tempat terdekat disisiMu 
mereka bahkan tega menyodok dan menikam hamba-hambaMu sendiri 
demi memperoleh RahmatmMu mereka memaafkan kesalahan dan mendiamkan kemungkaran 
bahkan mendukung kelaliman 

Untuk membuktikan keluhuran budi mereka,
terhadap setan pun mereka tak pernah berburuk sangka
Tuhan,lihatlah betapa baik kaum beragama negeri ini 
mereka terus membuat kanMu rumah-rumah mewah di antara gedung-gedung kota hingga di tengah-tengah sawah dengan kubah-kubah megah dan menara-menara menjulang untuk meneriakkan namaMu

Menambah segand an keder hamba-hamba kecilMu yang ingin sowan kepadaMu.
NamaMu mereka nyanyikan dalam acara hiburan hingga pesta agung kenegaraan.
Mereka merasa begitu dekat denganMu hingga masing-masing merasa berhak mewakiliMu.
Yang memiliki kelebihan harta membuktikan kedekatannya dengan harta yang Engkau berikan
Yang memiliki kelebihan kekuasaan membuktikan kedekatannya dengan kekuasaannya yang Engkau limpahkan.
 
Yang memiliki kelebihan ilmu membuktikan kedekatannya dengan ilmu yang Engkau karuniakan.
Mereka yang engkau anugerahi kekuatan sering kali bahkan merasa diri Engkau sendiri
Mereka bukan saja ikut menentukan ibadah tetapi juga menetap kan siapa ke sorga siapa ke neraka.
Mereka sakralkan pendapat mereka dan mereka akbarkans emua yang mereka lakukan hingga takbir dan ikrar mereka yang kosong bagai perut bedug.
Allah hu akbar walilla ilham.
 
( Gus Mus )

Bagimu

 
Bagimu kutancapkan kening kebangganku pada rendah tanah
Telah kuamankan sedapat mungkin imanku
Kuselamat-selamatkan islamku
Kini dengan segala milikmu ini
Ku serahkan kepadamu, Alloh
Terimalah

Kepala bergengsi yang terhormat ini
Dengan kedua mata yang mampu menangkap gerak-gerik dunia
Kedua telinga yang dapat menyadap kersik-kersik berita
Hidung yang bisa mencium wangi parfum hingga borok manusia
Mulut yang sanggup menyulap kebohongan menjadi kebenaran
Seperti yang lain
Hanyalah seper sekian percik tetes anugerahmu
Alangkah amat mudahnya Engkau melumatnya, Alloh
Sekali engkau lumat terbanglah cerdikku
Terbanglah gengsiku
Terbanglah kehormatanku
Terbanglah kegagahanku
Terbanglah kebanggaanku
Terbanglah mimpiku
Terbanglah hidupku
Alloh
Jika terbang, terbanglah
Sekarang pun aku pasrah
Asal menuju haribaan rahmatmu



( Gus Mus )

Jumat, 13 Januari 2012

Gelisah

Secuil resah menghitam
Menjulang di balik kelambu
Sisir kan tirai tuk Menyapa
Adakah sebiduk cerah cahaya
 
Mengulum perih gerutu
Simpan sedu sedan kata
Belalak Sang MATA membuka
dari Intipan Bayang2 tersisa

WAHAI cahaya WAHAI permata

Sentuh Jiwa di balik ruangan
Sadari menyudut tak bertepi
Di antara Beku memasung Diri

Pecah DIAN membentuk Kelam

Dingin Terpaku DI gulita Pejam
Menuntun kembali Langkah
Di Baring RAGA tanpa Lelah

Wahai MALAM selimuti Jiwa.

Nyayikan Diri melipur lelap
Bangunkan HATI wlau sejenak
Dari MIMPI yg tlah terBUANG

Di hamparan BAYANG tak bertepi

Kembali Tuk memecah Sunyi ...


                                                              Sumber : Decksa D N'jels

Arti Hadir Mu

Aku tak mengerti tentang perasaanku 
Setiap ku melihatmu
Hatiku begithu damai
Rasa tak ingin ku lewati

Walau sedikitpun
Apakah rasa ini akan selalu ada
tetapi aku takut
jika perasaan itu akan menghilang

Mungkinkah perasaanku 
akan di balas dengan senyuman 
akupun tak tau
biarlah Sang waktu yang bisa menjawab semua itu


                                    Sumber :http://toppuisi.blogspot.com

Senin, 09 Januari 2012

Kekasih

 Tak terasa jauh sudah perjalanan ini
dibatas cakrawala ku terpekur pada satu penantian
terhanyutku pada ke-indahan, ke-cantikan dan ke-molekan yang fana
setiap ku lihat dalam bayang semu
selalu ingin-ku menyetubuhi semua ke-ingin-an
 
Hasrat yang begitu menggelora berkobar dan berpijar
nafsu-ku untuk selalu menikmati dengan penuh gairah
dalam setiap desahku penuh luapan birahi
tuk dapat peluk, cium dan dekap semua harapan
namun birahi sirna
gelora jiwaku musnah
hatiku merintih….
 
Gemetar ku rasakan ketika terbayang sebuah jawab
dingin dan beku rasa jiwa ini
begitu ku kangkangi asa dalam jantungku
bagaikan se-onggok sampah…
 
Ternyata aku berlumur dosa…
ternyata aku bersimbah kesalahan
ternyata aku jauh dari bilangan manusia berguna
ternyata aku hanya seorang pendosa…
ternyata aku yang masih penuh kemunafikan
 
Aku ingin kembali pada-MU..
aku ingin selalu didekat-MU..
aku ingin menjadikan-MU Kekasih.. yang sebenarnya Kekasih..
aku ingin menjadikan-MU tempatku berkeluh kesah..
aku ingin selalu berserah pada altar-MU..

Kekasih-ku….
ijinkanlah aku untuk memanggil-MU Kekasih
karena Engkau penuh samudera maaf…
Engkau penuh luapan kasih dan sayang..
kesabaran-MU tiada batas…
 
Ijinkanlah aku untuk meminta belas kasih-MU
wahai Kekasih..
bimbinglah aku untuk menuju keperaduan-MU
dengan segenap kepasrahan dan ke-ikhlasan..
inginku berserah pada-MU..
Kekasih….


> Solo, 1999 <

                                             Sumber : http://www.ekasulistiyana.web.id

Andai Kau Tau

Pernahkah sejenak kau rindukan ku,,?
Yang kini jauh dari pandangan bola mata mu,,!
Pernah kah kau ingat kisah tentang kita… ?
Yang kini telah tertinggal jauh dari masa ke masa,,!

Aku tak bermaksud mengungkit kisah kisah lama,,,
aku hanya ingin tau jawaban atas tanya hatiku ini ,
hati yang terkadang merindukan mu,,
meski kau jauh dari pandangan bola mata ku.

Yang belum tentu hati mu pernah merindukan ku,,
yang kini jauh dari pandangan bola mata mu,
yang belum tentu kau ingat aku,,
seperti aku yang terkadang ingat kamu,

Andai kamu tauu,,,
betapa ta mampu nya aku melupakan masa-masa indah dengan mu
andai kmu juga tau,,,!
Bahwa hati ini selalu berbisik nama mu,,, tentang mu ,, dan tentang kita ,,!

Senin, 02 Januari 2012

Duduklah Di Pangkuanku

Engkau yang teramat kurindu
duduklah dalam pangkuanku, agar kau rasakan
senandung hati yang sunyi,
sebab dalam diamku kini, aku tak lagi mampu
menarikan lidahku tentang
 
Kekagumanku akanmu
namun tetaplah dalam pangkuanku, sebab dalam
kebisuan, ada yang jatuh dalam
kelopak matahatiku, saat sebuah cinta yang indah,
telah menjadi kegetiran yang
 
Selalu mencubiti poriporiku .
dan engkau yang teramat kucintai
janganlah kau tatap bentuk wajahku, sebab aku
teramat malu, jika kau dapati
dua bundar hitamputihku telah menjadi kubangan
airmata, maka duduk sajalah
dalam pangkuanku, agar aku bisa merasakan aroma
rambutmu,
 
Sebelum ketulusan cintaku untukmu, menikami
hatiku sendiri
Engkau yang ku kagumi,
luangkan lah waktu sejenak
untuk lihat keberadaanku
 
Yang semakin rapuh karenamu
hanya kamu yg bermain di khayalku
kau memenuhi pikirku
hanya rasa sakit yang tersisa untukku
 
Ketika hanya bisa mencintaimu
dari sisi gelap hidupku
dan saat hatimu tak pernah terjangkau olehku,
mungkin mengabaikanmu adalah langkah terbaik untuk lanjutkan hidup


~~~Arie Satria Pratama~~~

Jumat, 25 November 2011

Menghadapmu

Bergetar jiwaku, ketika ku dengar seruanmu
Yang memecahkan keheningan malamku
Mampu menggerakkan hatiku, tuk bergegas membersihkan ragaku
Dan mensucikan tubuh ini, untuk menghadapmu


Tak ku rasakan lelah yang membebaniku, karna kau telah menyadarkanku

Lewat hidayah yang kau hembuskan padaku
Bersimpuh ku dihadapanmu, berharap ampunan sgala dosaku
Yang slalu mengalir kesetiap ruang-ruang hidupku

Ku agungkan engkau dihatiku, ku puji engkau dalam do'aku

Ku tanamkan benih keimanan dalam hatiku
Dan ku suburkan ketawaQallan ku dalam hari-hariku


Patuhku terhadapmu..

Takutku pada siksamu..

Ya ALLAH,

Ku mohon padamu, jadikanlah aku hamba yang kau kasihi
Dan gabungkanlah aku, dikumpulan hambamu yang beriman

Serta tempatkanlah aku, disurgamu, kelak jika kau memanggilku

Yang kekal dan penuh dengan barokahmu,,
Ya ALLAH...!!



Chapliest
Lubuk Linggau

Ludah Yang Kering

Lihatlah!
masih adakah hati yang berisi
ketika logika sudah berbau terasi
ketika nurani kian ter-erosi..
di kilatan hujan pesona yang tidak kunjung basi

Lihatlah!
Dendang-an birokrat dan wakil berdasi..
penuh kegiatan sinetron mengejar kursi
Ketika tikus sibuk pesta korupsi
kucing justru giat pamer gusi...
terbuai diempuknya jok mercy

Lihatlah!
Gempita riuhnya demokrasi
menumbuhkan nurani yang semakin membesi
saat Rakyat butuh nasi..
namun justru di kremasi

Ah, sudahlah!
ini bukan Demonstrasi. .
ini juga bukan mosi...
ini hanyalah puisi...
dari yang hidup namun sesungguhnya mati!


Andrinof A. Chaniago
Indonesia