Pages

Tampilkan postingan dengan label KALIMANTAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KALIMANTAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

Pariwisata ( Kalimantan Selatan )

Inilah Nama nama  wisata di kalimantan selatan :
Museum Lambung Mangkurat
 
Museum Lambung Mangkurat diresmikan penggunaannya pada tahun 1979. Bangunan museum ini berarsitektur Rumah tradisional Banjar, Rumah Bubungan Tinggi, yang dipoles dengan gaya modern. Barang koleksi Museum terdiri dari peninggalan Kesultanan Banjar, Candi agung, dan Candi laras, perkakas dari batu, ukiran kayu Ulin, perkakas pertanian dan perabot rumah tangga, alat musik tradisional dan sebagainya.

Museum Lambung Mangkurat, terdiri dari dua lantai. Lantai pertama terdiri dari tiga ruang pameran (display), yaitu satu ruang pameran terbuka dan dua ruang pameran tertutup. Di ruang pameran terbuka, para pengunjung dapat melihat tiga alat transportasi sungai masyarakat Banjar yaitu: jukung sudur, perahu pandan liris, dan jukung tambangan. Selain ketiga jenis kapal tersebut, pengunjung juga dapat melihat beragam fosil fauna laut, seperti kerangka ikan paus (Rhineodon Typus Cotaceae). Sedangkan di kedua ruang pameran tertutup, pengunjung akan dibawa masuk ke zaman nan jauh sebelum kita lahir. Di salah satu ruangan tertutup ini, pengunjung dapat menyaksikan peralatan yang digunakan pada masa prasejarah, seperti: beliung, kapak bahu, pahat kapak lonjong, tuangan kapak perunggu dan benda-benda lainnya. Sedangkan di ruang pamer tertutup yang lain, pengunjung akan menyaksikan beragam peninggalan Kerajaan Banjar.

Pada lantai kedua, para pengunjung akan menyaksikan lukisan foto etnis dan peta persebaran suku bangsa yang berdiam di wilayah Kalsel. Di tempat ini, para pengunjung dapat menyaksikan berbagai bentuk rumah tradisional Banjar seperti: Bubungan Tinggi, Gajah Manyusu, dan lain sebagainya. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan etalase lengkap daur hidup masyarakat Banjar, dari fase kelahiran, anak-anak, menjelang dewasa, menikah, melahirkan hingga meninggal dunia. Fase-fase tersebut, dideskripsikan dalam bentuk upacara-upacara yang dekat dengan perkembangan Islam seperti tradisi Baayun Anak, Basunat, Baantar Jujuran, Batamat Al Quran, Bakawinan, dan lain sebagainya.

B. Keistimewaan

Dengan memasuki museum Lambung Mangkurat, para pengunjung dibawa kemasa lalu, yaitu masa sebelum Kalimantan Selatan berubah menjadi sebuah provinsi. Museum ini dapat memberikan pemahaman kepada pengunjung tentang perkembangan masyarakat Banjar dari zaman purba, yakni ketika masih menggunakan perkakas dari batu, hingga perkembangan kerajaan-kerajaan yang pernah ada dan berpengaruh di Kalimantan Selatan. Dengan melihat Genta Kencana (tempat raja beristirahat), misalnya, pengunjung akan mengetahui bagaimana peradaban yang dibangun masyarakat Banjar saat itu.

Pantai Batakan
 
Bila anda berkunjung ke Provinsi Kalimantan Selatan, sempatkanlah bertamasya ke tempat-tempat wisata yang terdapat di Kabupaten Tanah Laut. Kabupaten yang beribukota di Pelaihari ini terkenal dengan rekreasi pantainya yang memesona. Pantai Batakan salah satunya.

Pantai Batakan terletak di sebelah selatan Kota Pelaihari, dan telah ditetapkan sebagai tempat wisata pada tahun 1982 oleh H. Muhammad Said, Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan kala itu. Meskipun terbilang baru, pantai ini cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama pada akhir pekan dan hari-hari libur lainnya. Sebagai salah satu tempat obyek wisata andalan, pemerintah daerah setempat telah mengelola pantai yang menghadap ke Laut Jawa ini secara serius. Hal ini terbukti dengan telah dibangunnya berbagai fasilitas pendukung di kawasan pantai ini


Pantai Pagatan
Di Provinsi Kalimantan Selatan terdapat satu kabupaten yang namanya cukup unik, yaitu Kabupaten Tanah Bumbu yang resmi berdiri sejak tahun 2003 berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2003. Dinamakan Tanah Bumbu, karena pada zaman dahulu daerah ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil pala dan rempah-rempah di Indonesia. Konon, pusatnya waktu itu adalah daerah di sekitar Batulicin dan Pagatan. Dewasa ini, kabupaten yang persis terletak di ujung tenggara Pulau Kalimantan ini terkenal dengan hasil tambangnya, terutama batu bara.

Namun, sesungguhnya terdapat satu asosiasi lagi bila orang menyebut Tanah Bumbu, yaitu tempat wisata pantai yang eksotik karena di kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Kotabaru ini memiliki garis pantai sekitar 200 kilometer. Pada umumnya, pantai-pantai di Kabupaten Tanah Bumbu berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Kusam Hilir. Pantai Pagatan, Pantai Tanjung Petang, Pantai Pulau Salak, dan Pantai Rindu Alam adalah di antara obyek wisata alam yang terkenal di kabupaten ini. Maka, bagi Anda yang berkunjung ke Kabupaten Tanah Bumbu, tidak ada salahnya bila meluangkan waktu untuk menikmati keindahan panorama pantainya. Salah satunya adalah bertamasya ke Pantai Pagatan yang populer dengan hamparan pasir putihnya itu. 




Dan masih banyak lagie tempat tempat wisata di kalimantan ini yang perlu anda kunjungi......

Minggu, 20 Maret 2011

Pariwisata ( Kalimantan Timur )

 Di kalimantan timur ini terdapat temapt2 wisata yang bagus dan perlu kita kunjungi......
Inilah nama nama dari tempat tempat wisata di Kaltim   ...  marie kita jalan sebentar ketempat tempat ini meski hanya membaca atau yang ingin datang langsung ke sana di persilakan.......hehehehehe


Wisata Tempat Danau Jempang 
Danau Jempang terletak di Kecamatan Jempang dengan luas kurang lebih 15.000 ha, penghasil ikan sungai. Danau Semayang terletak di Desa Semayang dengan luas kurang lebih 11.000 ha juga merupakan penghasil ikan sungai. Wisatawan yang ingin mengunjungi danau teresebut dapat menggunakan kapal sungai (Samarinda - Muara Muntai). Dari Muara Muntai ke Danau Jempang menggunakan perahu ketinting. Panorama yang indah dapat dilihat pada waktu matahari akan terbenam.

Situs sentawar
Situs Sentawar adalah tempat yang keramat karena merupakan tempat peninggalan bersejarah Kerajaan Sentawar yang secara mitologi cikal bakal dayak. Sebuah legenda Kerajaan Sendawar dengan Raja Aji Tullur Jijangkat bersama Permaisuri Mok Manor Bulatn. Raja mempunyai 5 orang putra : Swalas Guna, Jelivan Benak, Naras Guna, Tantan Guna dan Puncan Karna. Pada Abat ke 17 Puncan Karna merantau dan menikah dengan adik kandung Sultan di Tangga Arung. Lokasisitus Sentawar terletak di Kampung Karang Rejo (Sendawar) Kecamatan Barong Tongkok dengan perjalanan dengan mobil menempuh waktu 20 menit dari pusat kota.

Danau Aco
Danau Aco terletak di Kampung Linggang Melapeh Kecamatan Linggang Bigung 20 Km dari pusat kota Sendawar, dapat dijangkau dengan sepeda motor dan mobil. Berjarak 5 Km dari Kampung Linggang Melapeh Kecamatan Linggang Bigung. Danau Aco luasnya 4 Ha. Dikelilingi oleh pepohonan dan buah - buahan di dalamnya terdapat berbagai jenis ikan air tawar seperti Haruan, Sepat Siam, Kreskap, Nila, Lele dan Keong Emas. Yang khas disekeliling Danau Aco terdapat banyak Sayur Jaung yang buahnya untuk dimakan sebagai bahan rujak dan bunganya untuk sayur asam atau sambal. Konon Danau Aco ada legendanya, ribuan tahun yang lalu di puncak Gunung Aco ini terdapat sebuah kampung yang terdiri dari beberapa Lamin Beluq dan Oso diadakan upacara adat Timeq (beliatn Ngugu Tautn). Bluq adalah seorang bapak berhobi berburu disamping pekerjaan sehari - hari berladang. Oso, seorang ibu pawang beliatn saking gembiranya Bluq berburu dapat seekor Lutung (Buus dalam bahasa Tonyoi) dia ambil ekornya yang panjang itu untuk pemukul tambur dan Oso menari beliatn dengan semangat sebagai ungkapan terima kasihnya kepada Bluq yang memberi pemukul tambur yang unik. Semua yang hadir tertawa terpingkal - pingkal melihat peristiwa itu, sehingga terjadilah angin ribut, hujan lebat dan petir guntur bertabu - tabu. Terjadilah kehancuran (Killit dalam bahasa Tonyoi), Oso hancur menjadi danau dan Bluq melarikan diri ke daerah lain, yang mana kemudian dia juga berubah menjadi sebuah batu di sebuah danau di daerah lain yaitu danau Beluq.

Sumber: www.wisata-kutaibarat.com


Air Terjun Inar 
Air Terjun Inar terletak di Kampung Temula Kecamatan Nyuatan. merupakan air terjun tertinggi di Kabupaten Kutai Barat dengan ketinggian 30 m. Jantur itu masih kelihatan alami dengan lumut-lumut yang menempel di batu-batu dan tumbuhan liar disekelilingnya. Untuk melihat keindahan jantur inar pengunjung harus menuruni sekitar 200 anak tangga berjarak 20 cm antara satu sama lain. Jika berada disekitar lokasi pemandian serasa hawa sejuk yang berasal dari hempasan air yang jatuh menerpa bebatuan. Pesona inilahsalah satunya yang menjadi daya tarik dari Jantur Inar. Untuk menuju lokasi ini bisa mengunakan sepada motor atau mobil menempuh jarak 30 km dari pusat kota Sendawar

Pantai Amal
 
Pantai Amal sebenarnya merupakan nama salah satu Kelurahan yang ada di Kecamatan Tarakan Timur, Provinsi Kalimantan Timur atau Kaltim yang terkenal sebagai salah satu sumber minyak terbesar di Indonesia. Obyek wisata ini berjarak 11 km dari pusat kota yang mengandalkan eksotisme pesona Wisata Bahari dan merupakan target alternatif refreshing. Pantai ini tetap ramai dikunjungi meskipun bukan hari libur.

Lembah Hijau
 
Obyek wisata Lembah Hijau merupakan obyek wisata alam, terletak di jalur jalan Samarinda - Bontang 15,5 km dari Samarinda dengan kendaraan mobil atau motor. Atraksi yang terdapat obyek yang bersebelahan dengan pagar alam ini adalah tampilan atraksi yaitu replika hutan yang terdiri dari jenis kayu hutan Kalimantan serta tanaman rotan terdapat di lokasi wisata ini. Selain itu wisata alam ini juga menyuguhkan alam yang mempesona. Fasilitas yang tersedia adalah : cafetaria, pendopo pertemuan dan kolam pancing, camping ground.

Kebun Raya Unmul Samarinda
 
Kebun Raya Unmul – Samarinda atau yang lebih lazim disebut KRUS ini merupakan salah satu diantara beberapa tempat wisata yang ada di kota Samarinda, ibukota Kalimantan Timur. Letaknya di sebelah utara kota Samarinda, sekitar 10 kilometer atau 15 menit perjalanan dengan kendaraan dari pusat kota.

Untuk diketahui areal KRUS ini dulunya adalah areal HPH milik sebuah perusahaan, namun pada tahun 1974 perusahaan tersebut menyerahkan kawasan seluas 300 Ha kepada Rektor Universitas Mulawarman untuk dikelola menjadi hutan konservasi atau kebun raya yang kemudian juga diperkuat oleh Gubernur dan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur. Pada tahun 1997 Walikota Samarinda juga kembali memperkuat agar kawasan ini dijadikan hutan pendidikan Universitas Mulawarman.

Sejak dikelola oleh Unmul maka kawasan KRUS ini menjadi kawasan riset dan tempat berkumpul civitas akademika Fakultas Kehutanan Unmul, tak sedikit pula masyarakat luas baik dalam maupun luar negeri melakukan aktifitas riset di wilayah ini.

Pada tahun 2001 pihak Pemerintah kota Samarinda dan pihak Universitas Mulawarman kembali mengadakan penandatanganan MoU, kedua belah pihak sepakat untuk menjadikan sebagian wilayah KRUS sekitar 62 Ha untuk dikelola sebagai kawasan wisata.

Di KRUS untuk saat ini terdapat kebun binatang mini, disebut mini karena memang binatangnya masih dalam jumlah terbatas dan dipelihara di dalam kurungan yang berukuran tidak terlalu besar, ada orang utan dan beruang madu yang merupakan binatang khas pulau Kalimantan, kemudian ada rusa sambar, buaya muara, monyet dan lain-lain.

Selain itu di sini juga terdapat danau yang cukup luas, bagi yang ingin berkeliling-keliling danau bisa menyewa sepeda air untuk digunakan bersama keluarga atau teman.

Kalau masih belum puas berkeliling-keliling danau, menyewa andong dan mengitari tempat wisata ini bisa menjadi salah satu pilihan. Setelah lelah berkeliling-keliling kita bisa beristirahat di warung-warung yang tersebar di area ini atau bisa duduk-duduk santai di gazebo yang ada di berbagai sudut sambil menikmati suasana.
Sumber: www.wisatakaltim.com


Air Terjun Tanah Merah
Lokasi Air Terjun terletak di Dusun Purwosari, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara atau sekitar 14 km dari pusat kota Samarinda. Tempat ini tak hanya menawarkan panorama air terjun yang menawan, namun juga dilengkapi beberapa gazebo tempat bersantai, bangku taman yang teduh dengan rimbunan pohon-pohon besar di sekelilingnya, warung, areal parkir kendaraan yang luas, arena bermain anak-anak dan tempat pemandian umum. Tempat ini merupakan pilihan tepat bagi wisata keluarga karena dilengkapi pendopo istirahat, tempat berteduh dengan pohon peneduh di sekitar lokasi, warung, areal parkir kendaraan yang luas, pentas terbuka dan tempat pemandian.

Demi memudahkan pengunjung melihat seluruh pemandangan disekelilingnya, pihak pengelola membangun tangga kayu yang membelah bukit. Sehingga pengunjung lebih leluasa naik-turun bukit tanpa khawatir jatuh terpeleset. Pengunjung Air Terjun Tanah Merah tidak hanya berasal dari Samarinda, tapi ada pula dari Sangata, Bontang, Sebuluh, Tenggarong serta Balikpapan.
Untuk mencapai obyek wisata tersebut, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat serta angkutan umum trayek Pasar Segiri – Sungai Siring.


Wisata Tempat Pulau Kumala

Pulau Kumala merupakan daerah delta di Sungai Mahakam yang memanjang di sebelah Barat Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Dimulai pada tahun 2000, Pulau Kumala dibangun menjadi kawasan wisata. Namun sejak Bupati Syaukani Hasan Rais, yang membangun pulau ini, terjegal kasus korupsi pada tahun 2006, pembangunan Pulau Kumala menjadi mangkrak.

Taman Wisata Pulau Kumala berjarak sekitar 27 km dari Kota Samarinda yang dapat ditempuh melalui Jembatan Kutai Kartanegara dalam waktu kurang lebih 30 menit. Sedangkan dari kota Balikpapan yang memiliki fasilitas Bandara Sepinggan dan Pelabuhan Semayang yang merupakan akses transportasi udara dan laut di Kalimantan Timur, Berjarak sekitar 130 km yang dapat ditempuh kurang lebih 3 jam lewat jalan darat. Selain itu Taman Wisata Pulau Kumala dapat juga dicapai dengan transportasi air melewati Sungai Mahakam.

Obyek wisata Pulau Kumala yang terletak di tengah Sungai Mahakam merupakan taman rekreasi perpaduan antara teknologi modern dan budaya tradisional. Pulau seluas 76 hektar ini dulunya adalah lahan tidur dan semak belukar. Saat ini, sebagian area sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti sky tower setinggi 100 meter untuk menikmati keindahan dari udara, kereta api mini area permainan dan kereta gantung yang menghubungkan dengan daratan.

Di pulau ini terdapat DSJ Resort lengkap dengan kolam renang dan sarana bagi mereka yang ingin istirahat, yaitu satu-satunya cottage di tengah Sungai Mahakam di lokasi Pulau ini dipersiapkan Aquarium Raksasa bagi ikan pesut, lumba-lumba air tawar yang hanya ada di Republik Rakyat Cina dan Brasil.
Sumber: www.wikimpedia.org


Dan di Kalimantan Timur ini masih banyak tempat tempat wisata yang lain .......  
Diantaranya :


Penangkaran buaya makroman 
Terletak di desa Pulau Atas, kecamatan Palaran
 Kawasan bukit Bangkirai
Bukit Bangkirai terletak sekitar 150 km dari kota Tenggarong atau Samarinda dan hanya sekitar 58 km dari arah kota Balikpapan serta 20 km dari ibukota Kecamatan Samboja.
 Waduk Panji Suka Rame
Terletak di kelurahan Panjisuka Rame, Tenggarong

Platarium Jagad Raya Tenggarong
Terletak di Jl.Diponegoro, Tenggarong , Kutai Kartanegara

Teluk Kaba
Teluk Kaba merupakan salah satu bagian dari Taman Nasional Kutai. Dulunya merupakani pusat pengembangan habitat orangutan, monyet, rusa, dan binatang khas Kalimantan lainnya. Keindahan alam berupa pohon-pohon bakau, hutan berpadang rumput, dan hutan hujan dapat disaksikan disini. Wisatawan yang mencintai keindahan alam dapat secara langsung menyaksikan kehidupan satwa seperti orangutan, rusa sambar dan kera. Di tempat ini juga bisa dengan mudah ditemukan kantung semar, yakni tanaman khas Taman Nasional Kutai.

Bontang Kuala
Bontang Kuala terletak di bagian timur Kota Bontang. Jarak kawasan Bontang Kuala sekitar 3 kilometer dari pusat Kota Bontang.
 Pulau Beras Basah
Pulau Sangalaki
Bukit bangkirai
Pantai Kemala
Taman Bekapai
Taman Lamaru
Pantai Manggar
Taman Nasional Kayan Mentarang
Goa Ampanas Pangadan dan Goa Mardua
Taman Nasional Kutai

wooo...... begithu banyaknya tempat wisatanya  di kalimantan timur ini...... maka dari itu marie kita jaga kelestariannya  dan kita jaga kebersihannya juga  supaya bisa tetap indah sampai anak cucu kita kelak.............

Selasa, 15 Maret 2011

Pariwisata ( KALIMANTAN TENGAH )

Kalimantan Tengah
Provinsi Kalimantan Tengah adalah provinsi dengan wilayah terluas nomor tiga setelah Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Papua, Luas Wilayah Kalimantan Tengah 1,5 kali luas Pulau Jawa. Pusat pemerintahan provinsi (ibukota) yaitu kota Palangkaraya dan luas wilayahnya 157.983 km2 mencakup 13 kabupaten dan 1 kota.

Pemerintahan tingkat II tersebut adalah Kabupaten Barito Selatan, BaritoTimur, Barito Utara, Kabupaten Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kabupaten Lamandau, Murung Raya, Pulang Pisau, Sukamara dan Kabupaten Seruyan. Sedangkan kotamadyanya adalah kota Palangkaraya.

Provinsi Kalimantan Tengah secara geografis berbatas dengan Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan di sebelah Timur, di sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Barat, dan di sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, sedangkan di bagian Selatan berbatas dengan Laut Jawa.

Populasi masyarakat Dayak paling banyak di Kalimantan Tengah dibandingkan dengan provinsi lainnya di Pulau Kalimantan. Masyarakat Dayak. yang terdapat di Kalimantan Tengah antara lain Orang Dayak Ngaju, Ot Danum dan Ma'anyam.

Bahasa Ngaju merupakan bahasa yang paling luas digunakan di Kalimantan Tengah. Bahasa ini digunakan di daerah Kapuas, Palangkaraya dan Barito Selatan. Agama utama di Kalimantan Tengah adalah Islam tetapi kepercayaan Kaharingan masih tetap dijalankan secara luas. Secara bahasa Kaharingan berati hidup atau kehidupan.

Diantara objek wisata di kalimantan tengah :

Barito Utara

Sejumlah daya tarik wisata di kabupaten Barito Utara ini antara lain adalah Tengkorak Kepala Maripati Singa Nginuh terdapat di Desa Ketapan, Kecamatan Gunung Timang, sekitar 67 km dan Kota Muara Teweh dan dapat ditempuh dengan kendaraan darat selama 1,5 jam.

Sebagai orang yang berjasa mengusir penjajah pada jaman dulu, tengkorak kepala ini dikeramatkan oleh masyarakat Desa Ketapang pada khususnya. Masyarakat percaya bahwa tengkorak kepala ini bisa mengabulkan permintaan mereka, sehingga setiap ada hajatan atau permintaan, masyarakat selalu datang melaksanakan ritual adat/upacara.

Dalam hal ini upacara Hindu Kaharingan dimana warga yang melaksanakan hajatan memberikan sesajen yang diletakkan di dekat tempat tengkorak kepala ini. Apabila permintaan mereka terkabul, mereka selanjutnya memberikan sesajen berupa Lamang (Nasi Ketan yang dibakar di dalam sebatang Bambu) dan digantung di atas atap tempat tengkorak berada sebagai ungkapan terima kasih.

Liang kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia adalah goa. Di Desa Bayas Kelurahan Lanjas Kecamatan Teweh Tengah sekitar 15 km dari Kota Muara Teweh terdapat Liang Idai yang dapat dicapai dengan menggunakan sepeda motor sekitar satu jam.

Kawasan Kars yang khas di sekitar goa menjadikan daerah tujuan wisata ini layak untuk disinggahi, apalagi bagi mereka yang senang tantangan dengan menyusuri sis-sisi goa yang banyak cabang arahnya.

Rumah Betang juga terdapat di Desa Nihan Hilir Kecamatan Lahei dan dapat ditempuh melalui jalan darat dan transportasi sungai. Rumah Panjang dan tinggi merupakan rumah khas masyarakat Dayak jaman dahulu dan hingga saat ini Betang masih dapat dijumpai dan masih dihuni oleh masyarakat Dayak.


Lamandau

Kabupaten Lamandau adalah salah satu Kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berdasarkan UU No. 5 Tahun 2002, yang diresmikan pada tanggai 4 Agustus 2002 dengan ibukota Nanga Bulik.

Kabupaten ini merupakan satu-satunya kabupaten pemekaran yang berawal dari sebuah kecamatan atau tidak melalui perubahan status Kabupaten Administratif. Bila datang ke Kabupaten Lamandau dengan pesawat udara, waka yang terlihat dari udara adalah hutan belantara yang sangat luas, bagai permadani hijau yang penuh pesona. Sejauh mata memandang hanyalah hijau pepohonan yang menjulang tinggi seakan berlomba ingin menggapai langit.

Sementara sungai-sungai mengalir berkelok-kelok bagaikan seekor raksasa melenggang di hamparan rumput hijau. Daerah ini memiliki hutan tropis yang masih Iebat dengan pemandangan perbukitan, sungai dan jeram ditambah lagi dengan adat istiadat dan budaya masyarakat yang beragam menjadikan daerah ini sangat tepat untuk dikembangkan kegiatan parrwisata.

Dari ibukota Kabupaten Lamandau menuju Kecamatan Delang kurang lebih 120 km. ada tujuh bukit yang terlihat jelas mengapit kecamatan itu. Diantara ketujuh bukit ini ada salah satu bukit yang dianggap keramat oleh penduduk karena tempat tinggal para arwah orang yang sudah meninggal yaitu Bukit Sebayan Bungsu.

Sampai sekarang pun bukit ini masih dipercayai oleh masyarakat setempat sebagai bukit surga karena konon ceritanya di bukit Sebayan Bungsu ini ada sebuah perkampungan yang sangat ramai dan sangatlah indah tetapi mata manusia biasa tidak akan bisa melihatnya, bahkan seringkali di bukit ini terlihat seperti ada keramaian namun bila didatangi tidak ada satu manusia pun yang terlihat yang ada hanya hutan belantara.

Di Kecamatan Delang ini pula masih banyak terlihat rumah-rumah penduduk yang berupa rumah betang dan masih tampak keasliannya. Rumah-rumah betang yang ada rata-rata berumur lebih dari ratusan tahun dan masih terpelihara.

Hat itu menandakan bahwa penduduk di Kecamatan Delang tidak pernah meninggaikan budaya dan adat istiadatnya. Kecamatan Delang juga banyak menyimpan benda-benda peninggalan leluhur mereka yang sampai saat ini masih terpelihara.

Rumah Betang Ojung Batu dulunya dikenal sebagai tempat kediaman seorang tokoh rnasyarakat yang sangat kaya. Betang ini sudah berumur hampir seribu tahun dan pemilik betang ini bernama Omas Petinggi Kaya yang dianggap sebagai salah satu tetua adat. Di betang ini banyak menyimpan benda-benda yang berupa Tajau atau tempayan. Pada jaman dulu tingkat kekayaan seseorang diukur dari banyaknya menyimpan tajau atau tempayan yang disebut juga dengan balanga.

Dulu jumlahnya ada ribuan tajau namun sekarang tinggal separuhnya saja. Kegunaan dari tempayan atau balanga ini sebagai nilai jual beli. Bagi penduduk setempat bila banyak menyimpan tajau atau balanga dianggap sebagai orang yang terpandang. Tajau atau balanga juga dianggap sebagai benda yang memiliki kekuatan gaib bahkan sebagai pembawa rezeki, karena konon ceritanya orang yang membuat tajau tidak boleh sembarang, ada upacara khusus sebelum pembuatannya.

Ada salah satu rumah betang yang juga sangat tua namun masih terpelihara dan rumah betang ini juga masih menyimpan beberapa benda-benda peninggalan di antaranya ialah tajau yang sudah berusia 300 tahun dan sebuah gading atau gading patih gau-gau. Dari Kecamatan Delang dapat meneruskan perjalanan ke Desa Kubung untuk melihat potensi wisata alamnya. Jarak tempuhnya sekitar 15 km dengan keadaan jalannya juga masih dalam tahap pengerasan. Di Desa Kubung ini ada sebuah rumah yang sudah menjadi batu, menurut cerita penduduk setempat bahwa rumah yang sudah jadi batu ini akibat sebuah tulah sehingga alam membuat hukuman kepada rumah ini serta seluruh penghuninya.

Batu ini bernama Batu Batungkat dan setiap orang yang ingin melihat batu ini sebelumnya dianjurkan untuk meletakan sebuah kayu di Batu Batungkat ini. Batu ini bila dilihat dari kejauhan nampak seperti sebuah rumah yang sangat besar dan sering sekali penduduk setempat mendengar seperti ada sekelompok orang yang sedang berbicara.

Bila kita menaiki batu ini kita akan melihat keindahan alam di sekelilingnya yang kiri-kanannya terlihat perbukitan sehingga menambah keindahan panorama alamnya. Di desa ini pula terdapat Air Terjun Sukam yang jarak tempuhnya sekitar 9 km dari Kubung. Dan hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki melewati jalan setapak yang di sekelilingnya di penuhi hutan belantara.

Air terjun ini terdiri dari tujuh tingkat yang tingginya kurang lebih 175 m menyerupai sebuah tangga sehingga terlihat sangat menarik bahkan dulunya air terjun ini digunakan orang untuk bertapa.

Desa Riam Tinggi sekitar 10 km dari ibukota Kecamatan Delang memiliki aliran sungai untuk arung jeram. Sepanjang daerah aliran sungai Lamandau mempunyai kontur dan kondisi sungai yang berbeda-beda dengan kenyataan alam berupa riam-riam sungai yang memenuhi persyaratan yang ideal di dalam dunia kepariwisataan dan mempuriyai nilai jual untuk olah raga arung jeram dan olah raga-olah raga air lainnya.

Daya tarik lainnya adalah Riam Tapin Bini, termasuk riam yang sangat besar dan ada 33 pulau sepanjang riam. Riam Tapin Bini sudah serinp digunakan para wisatawan lokal. Di saat musim penghujan Riam Tapin Bini sangatlah indah dan diharapkan bisa mengundang minat para wisatawan asing maupun wisatawan domestik khususnya yang menyenangi olah raga arung jeram.

Di desa Tapin Bini inilah wisatawan juga dapat meliliat rumah betang peninggalan leluhur yang masih terlihat keasliannya, serta memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi. Rumah ini dikenal dengan nama Rumah Betang Binding Tambi yang sekarang ini usianya mencapai 300 tahun.

Dibangunnya betang ini bertujuan untuk mengamankan atau melindungi sekelompok keluarga, juga sebagai tempat bermusyawarah dalam menangani setiap permasalahan. Kayu jati dan kayu bangkirai merupakan bahan utama untuk pembangunan Rumah Betang Dinding Tambi.

Masih di Kecamatan Tapin Bini ada Air Terjun Palei Kodan yang jarak ternpuh dari ibukota kabupaten kurang Iebih 55 km dengan menggunakan sarana transportasi darat. Air terjun Palei Kodan Ietaknya di tengah hutan belantara namun tidak terlalu jauh dari pinggir jalan hanya berjarak 150 m dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.


Kota Waringin Barat


Kabupaten Kota waringin Barat dengan ibu kota Pangkalan Bun adalah Daerah Otonom. sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 27/1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan. Setelah adanya perubahan Kabupaten di Kalimantan Tengah, maka luasnya adalah 8.300 km2.

Kabupaten ini mempunyai hampir semua keindahan tanah tropis. Terdapat banyak tempat adanya keindahan alam yang natural. Tempat tinggal orangutan, kera besar Asia yang tinggal di hutan perawan bersama-sama dengan berbagai flora dan fauna lainnya membentuk ekosistem hutan hujan tropis sejati.

Taman Nasional Tanjung Puting adalah sebuah taman nasional yang terletak di semenanjung Barat Daya Provinsi Kalimantan Tengah dan pada awalnya merupakan cagar alam dan suaka margasatwa dengan luas total 305.000 ha yang ditetapkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada Tanggal 13 Juni 1936 dan pada 12 Mei 1984 oleh Menteri Kehutanan Rl, Tanjung Puting ditetapkan sebagai Taman Nasional dan luasnya menjadi 415.040 ha.

Pada kawasan taman nasional ini terdapat Pusat Rehabilitasi Orang Utan yang berlokasi di Tanjung Harapan dan Camp Leak Leakey di mana orang utan tangkapan yang sudah jinak diajarkan untuk kembali hidup di alam liar. Peneliti asal Kanada bernama Dr. Birute Galdikas adalah orang pertama yang melakukan penelitian terhadap orang utan di wilayah ini pada awal tahun 1970-an. Galdikas meneliti seluruh jenis kera besar, utamanya orang utan dengan sponsor Leakey Foundation.

Di kawasan Taman Nasional Tanjung Putting ini meliputi hutan hujan tropis, hutan bakau dan rawa-rawa di mana berbagai tumbuhan dan hewan liar hidup dan berkembang biak. Hewan liar itu termasuk buaya, orang utan, babi hutan, gibon, burung enggang, monyet berbelalai, kucing hutan, ular piton, ikan duyung dan sejenis ikan yang dapat berjalan dan bernafas di darat. Wilayah ini juga menjadi habitat ikan arwana (dragon fish) yang biasanya dijual dengan harga mahal dan menjadi koleksi akuarium bagi masyarakat Tionghoa karena dipercaya membawa keberuntungan.

Obyek wisata lainnya Pantai Kubu merupakan pantai indah yang berdekatan dengan Teluk Kumai. Teluk ini berdasarkan studi Japan International Cooperation Agency (JICA) Tahun 1999, merupakan kawasan pembangunan pelabuhan samudera yang amat ideal di Kalimantan.

Bagi yang menyukai wisata petualangan dapat mengunjungi Muara Teweh yang cocok bagi wisatawan dengan stamina kuat dan menyukai jenis wisata petualangan, karena Muara Teweh merupakan titik awal sebelum memulai perjalanan menyusuri hutan dan pegunungan Kalimantan Tengah. Muara Teweh termasuk wilayah pedalaman yang berada di hulu Sungai Barito dan merupakan salah satu kawasan penebangan hutan (loging). Muara Teweh adalah empat pemberhentian terakhir bagi perahu motor di Sungai Barito, perjalanan lebih jauh ke hulu hingga ke Purukcahu hanya dilakukan jika kondisi air sungai memungkinkan sehingga masih dilalui perahu motor.

Dari Purukcahu perjalanan dapat dilanjurkan lebih jauh ke Utara denganan menggunakan perahu motor dan dengan ditemani pemandu setempat wisatawan dapat meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki (treking) menyusuri hutan dan pegunungan Kalimantan. Di dekat Gunung Pacungapung, di perbatasan antara Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, terdapat tonggak yang menjadi simbol geografis bahwa tempat tersebut adalah titik pusat (central) Pulau Kalimantan. Dari Muara Teweh perjalanan dapat dilanjutkan berjalan kaki menuju Long Iram di Kalimantan Timur dan kemudian menumpang perahu motor di Sungai Mahakam menuju Samarinda.

Kumai adalah kota kecil dengan panorama indah dan memiliki sebuah pelabuhan kecil yang berada di tepi Sungai Kumai di mana berbagai jenis kapal. khususnya dari Bugis dan Madura ditambat di dermaga. Sebagian orang lebih menyukai menginap di Kumai dari pada Pangkalanbun, khususnya mereka yang hendak mengunjungi Tanjung Puting, karena fasilitas penginapannya dinilai lebih baik.



Palangkaraya

Palangkaraya, kota yang dilalui Sungai Kahayan ini merupakan ibukota Kalimantan Tengah. Pada masa Orde Lama, Palangkaraya pernah diusulkan Presiden Soekarno sebagai ibukota Kalimantan. Saat ini, Palangkaraya merupakan kota modern yang cukup bersih dikelilingi oleh kawasan hutan yang cukup luas dan kawasan pemukiman transmigrasi. Palangkaraya menjadi kota persinggahan bagi wisatawan sebelum menuju ke tempat lain, khususnya mereka yang berminat mengeksplorasi pedalaman Kalimantan.

Obyek Wisata di Kota Palangkaraya yang layak dikunjungi diantaranya kawasan wisata di Tangkiling berupa: Taman Wisata Tangkiling, Batu Banama dan Kawasan Wisata Kyaru Menteng, Museum Balanga, Sandung Ngabe Sukah, Danau Kereng Bangkirai, Taman Pantai Sabaru.

Museum Balanga berada di Jl. Cilik Riwut, Km 2,5 yang memperagakan berbagai benda terkait dengan kebudayaan masyarakat Dayak Ngalu termasuk upacara adat untuk menyambut kelahiran, perkawinan dan upacara kematian.

Di Jl. Panjaitan terdapat pusat kesenian Mandala Wisata dengan model bangunan seperti rumah tradisional Dayak yaitu rumah panjang. Pada malam hari, wisatawan dapat berjalan-jalan ke pasar malam di sudut Jl. Raya dan Jl. Halmahera.

Pulau Kaja terletak di Kelurahan Sei Gohong Kecamaten Bukit Batu, yang kira-kira 40 km dari ibukota Pravinsi Kalimantan Tengah, Palangkaraya. Dibatasi oleh 2 sungai yaitu Sungai Rungan di bagian Timur dan Terusan Kaja di bagian Barat.

Pulau ini terlihat seperti terbagi atas tiga bagian besar. Pada bagian atas terdapat danau di tengahnya dan dikelilingi oleh dataran tinggi. Pada bagian tengah akan digunakan sebagai tempat orang utan yang teridentifikasi Hepatitis B dan kemungkinan beruang. Luas wilayah tersebut kira-kira 29,5 Ha. Pada bagian bawah lebih sering terendam air terutama pada musim hujan. Luas Pulau Kaja untuk rehabilitasi orang utan adalah 150 Ha ditambah dengan kawasan sekitarnya menjadi 250 Ha untuk dilindungi (menjadi Suaka Margasatwa),

Obyek wisata Danau Tahai terletak di Desa Tahai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, berjarak sekitar 29 km dari pusat kora Palaagkaraya. Untuk mencapai ke lokasi sangat mudah hanya memakan waktu 30 menit baik dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat, dengan kondisi jalan aspal yang cukup bagus.

Tidak jauh dari lokasi Danau Tahai di kawasan "Nyaru Menteng” terdapat obyek wisata lain yang tidak kalah menariknya yaitu obyek wisata Arboretum yaitu taman hutan percontohan. Merupakan hutan lindung dan iangka di tepi Danau Tahai. Obyek ini berjarak sekitar 29 km dari pusat kota Palangkaraya, dan dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda ernpat, dengan kondisi jalan beraspal yang masih bagus. Di lokasi Taman Arboretum jni tumbuh berbagai jenis pepohonan, seperti geronggang, meranti, cemara madang tampang, mahang, kamisi (jambu-jambuan, rambangum, kahui, balangiran) dan sebagainya. Kawasan ini selain sebagai tempat wisata juga digunakan sebagai obyek penelitian flora.

Bukit Tangkiling berjarak sekitar 34 km dari pusat kota Palangkaraya, dengan waktu tempuh kira-kira 45 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan melewati jalan aspal. Terletak di Kelurahan Banturung dan Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu. Luas keseluruhan kawasan wisata ini adalah 2.594 Ha, dengan rincian cagar Alam seluas 2.061 Ha dan Taman Wisata Alam scluas 533 Ha.

Batu Banama menjadi obyek wisata andalan karena selain menawarkan panorama alam yang indah juga bisa dikategorikan sebagai wisata budaya, karena pada lokasi areal wisata ini terdapat situs Kaharingan, Pura Agung Sali Paseban/Satya Dharma. Legenda mengenai cerita terjadinya Batu Banama itu sendiri bila dilihat dari samping bentuknya mirip seperti sebuah bahtera yang terdampar.


Di Kalimantan Tengah ini masih banyak tempat tampat wisata yang belom terjamah oleh manusia......begithu alami..............Maka dari itu marie  kita jaga kelestariannya...
Biar Nantinya anak cucu kita bisa menikmati juga bukan hanya mendengar ceritanya  kalau Bangsa Kita Kaya akan OBYEK WISATANYA......................???   
SELAMAT MENIKMATI KEINDAHAN OBYEK WISATA DI KALIMANTAN TENGAH..............***............(^_^)..............***

Senin, 07 Maret 2011

Kalimantan ( Barat )

Pariwisata di provinsi Kalimantan Barat
Sejarah
Pada zaman Hindia Belanda berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal yang dimuat dalam STB 1938 No. 352, antara lain mengatur dan menetapkan bahwa ibukota wilayah administratif Gouvernement Borneo berkedudukan di Banjarmasin dibagi atas 2 Residentir, salah satu diantaranya adalah Residentie Waterafdeling Van Borneo dengan ibukota Pontianak yang dipimpin oleh seorang Residen.

Tahun baru 1 Januari 1957 benar-benar merupakan babak baru dalam perjalanan sejarah Kalimantan Barat. Pada tanggal tersebut Kalimantan Barat resmi menjadi propinsi yang berdiri sendiri di Pulau Kalimantan.

Kelahiran propinsi ini berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 1956 yang dikeluarkan pada tanggal 7 Desember 1956. Undang-undang tersebut juga menjadi dasar pembentukan dua propinsi lainnya di pulau terbesar di Nusantara itu. Kedua propinsi itu adalah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Pariwisata
Kalimantan Barat sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) ke-19 mempunyai ojek-objek wisata yang menarik antara lain:
>Tugu Khatulistiwa, terletak sekitar 5 km dari pusat kota Pontianak menuju arah kota Mempawah.
>Keraton Kadariah dan Museum Negeri di kota Pontianak.
>Pantai Kijing , terletak kurang lebih 18 km dari kota mempawah dan Makam Juang Mandordi ibukota        kecamatan Mandor adalah makam putra-putra daerah terbaik Bangsa Indonesia asal Kalimantan Barat korban keganasan penjajahan Jepang.
>Rumah Betang ( Panjang), di desa saham, kec. Pahauman Kabupaten Dati II Pontianak.
>Pantai Pasir Panjang, dan tempat peristirahatan Gunung Poteng di Kabupaten Sambas.
>Keraton Sambas, di Kota Sambas.
>Air Terjun Samboja dan Batu Bertulis, di desa Parit Kec. Nanga Mahap Kabupaten Sanggau.
>Hutan Lindung Baning dan Bukit Kelam, di Kabupaten Sitang.
>Rumah Betang (Panjang ) Melapi, di Kabupaten Kapuas Hulu.
>Wisat Alam Gunung Palong, di Kabupaten Ketapang.
>Pantai Sungai Kinjil dan Tanjung Batu, di Kabupaten Ketapang.

Tugu Khatulistiwa di Pontianak 
Tugu Khatulistiwa berada kurang lebih 5 km dari kota Pontianak ke arah utara menuju kota singkawang. Saya bersama beberapa teman mengendarai mobil sampai di sana sekitar setengah jam,karena jalanan yang kecil dan padat.
Tugu tersebut ada 2 buah, yang asli dan yang replika. Yang asli terdapat di dalam gedung museum dan yang replika berada di atas gedung museum. Untuk masuk ke dalam museum tidak dipungut biaya.
Sejarah mengenai pembangunan tugu ini dapat dibaca pada catatan yang terdapat didalam gedung. Di situ juga ada foto kondisi Tugu Khatulistiwa pada jaman dulu. Berikut saya kutip dari Wikipedia, tentang sejarah dari Tugu Khatulistiwa tersebut.

Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzichter Wiese dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch- Indië : Den 31 sten Maart 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak dengan konstruksi sebagai berikut :

Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.
Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah.
Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat pada bagian dalam.
Tahun tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.
Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter.

Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR sepanjang 2,11 meter. Panjang penunjuk arah 2,15 meter.
Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20' OLvGr menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur.
Pada bulan Maret 2005, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan koreksi untuk menentukan lokasi titik nol garis khatulistiwa di Kota Pontianak. Koreksi dilakukan dengan menggunakan gabungan metoda terestrial dan ekstraterestrial yaitu menggunakan global positioning system (GPS) dan stake-out [titik nol garis khatulistiwa dikoreksi]

Hasil pengukuran oleh tim BPPT, menunjukkan, posisi tepat Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan, 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur


Sementara, posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik ternyata melewati taman atau tepatnya 117 meter ke arah Sungai Kapuas dari arah tugu saat ini. Di tempat itulah kini dibangun patok baru yang masih terbuat dari pipa PVC dan belahan garis barat-timur ditandai dengan tali rafia.

Mengenai posisi yang tertera dalam tugu (0 derajat, 0 menit dan 0 detik lintang, 109 derajat 20 menit, 0 detik bujur timur), berdasarkan hasil pelacakan tim BPPT, titik itu terletak 1,2 km dari Tugu Khatulistiwa, tepatnya di belakang sebuah rumah di Jl Sungai Selamat, kelurahan Siantan Hilir.
Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan "menghilang" beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain disekitar tugu.
Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa alam ini menjadi event tahunan kota Pontianak yang menarik kedatangan wisatawan.

Keraton Kadariyah di Pontianak

Keraton Kadariyah merupakan istana kerajaan Pontianak yang terletak di Kampung Dalam Bugis, Pontianak Timur. Di dalam bangunan tersebut dapat ditemui peninggalan-peninggalan kerajaan seperti kursi singgasana, pakaian, cermin pecah seribu, meja giok, keris, meriam dan sebagainnya.
Keraton terbesar di Kalimantan Barat ini terbuat dari kayu belian dan dibangun oleh pendiri kota Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman pada 1771, bangunan tua yang cukup megah ini dilapisi cat kuning yang melambangkan kebesaran kerajaan Melayu.
 
Pantai kijing 
Begitu banyak objek wisata yang di sediakan oleh alam kita umumnya Indonesia dan kali ini saya ingin memberikan sedikit informasi mengenai wisata yang tersedia di Kalimantan Barat yaitu Pantai Kijing yang merupakan pantai yang indah, terletak 18 kilometer dari kota Mempawah. Di pantai ini tersedia fasilitas kantin, kolam renang, musholla, wihara, taman dan panggung pertunjukan. Panggung pertunjukan menampilkan berbagai acara hiburan pada akhir pekan dan hari-hari libur lainnya. Lokasi pantai Kijing dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat.



Tapi sayang juga, objek wisata yang indah begini belum dirawat oleh pemda. Semoga saja pemda setempat lebih bijaksana dalam menangani masalah ini dan bisa lebih memperindah objek wisata ini.
   
Kota  Sambas
Kalimantan Barat merupakan barometernya objek wisata di pulau Borneo. Masyarakat yang tinggal di tanah Kalimantan Barat ini datang dari berbagai latar budaya yang berbeda-beda. Mereka hidup berdampingan mesra di Borneo Barat, tentunya menjadi sebuah budaya egaliter yang bisa di tampilkan pada ranah pariwisata yang bisa mendatangkan pemasukan daerah.
Membicarakan pariwisata di Kalimantan Barat, datanglah ke kota Sambas. Sebuah kota tua yang dibangun dari perpaduan unsur budaya lokal, dan budaya pendatang yang digabungkan dengan elemen modern tanpa meninggalkan lokalitas khas Borneo. Secara geografis kota Sambas merupakan kota eksotis yang dibelah oleh sungai Sambas yang merupakan sungai terbesar di Kalimantan Barat. Sungai merupakan salah satu urat nadi kehidupan masyarakat di sana.
Kabupaten Sambas berjarak sekitar 225 kilometer ke arah utara ibu kota Kalimantan Barat. Dari Pontianak, pengunjung dapat naik bus sampai Sambas dengan waktu tempuh sekitar lima jam.

Objek Wisata Kota Sambas
• Keraton Sambas

Kota ini dibilang sebagai kota budaya. Iya, di kota ini terdapat keraton Sambas, tepatnya Keraton Al-watzikhobillah Sambas yang menurut catatan sejarah didirikan oleh Sultan Muhammad Syafi’uddin I. Usia kerajaan ini sudah melampaui 3 abad.
Dahulu Kerajaan Sambas adalah pusat pemerintahan di Kalimantan Barat yang dipimpin oleh seorang sultan. Namun sekarang ini Kerajaan Sambas adalah sebagai simbol dari penjaga kebudayaan Sambas. Sedangkan pemerintahaan digeser ke pemerintahaan daerah. Nah Kerajaan Sambas dijadikan sebagai objek wisata kultural dan cagar budaya kota Sambas yang dilindungi dan dijaga kelestariaanya.
• Masjid Keraton

Kota Sambas Letak masjid Keraton Sambas berada satu lokasi dengan bangunan keraton. Masjid Keraton merupakan saksi bisu kebesaran Islam yang sudah lama masuk ke Kalimantan dan dipeluk oleh Sultan Sambas beserta kerabatnya dan sebagian besar masyarakat Sambas.
Masjid Sambas dibangun pada masa pemerintahaan Sultan Muhammad Syafiuddin II. Konon usia masjid ini lebih dari 150 tahun. Walaupun terbilang masjid tua, tapi masih berdiri kokoh dan ornamen hiasannya masih asli terjaga. Biasanya banyak wisatawan yang mengunjungi masjid ini setelah berkunjung ke Istana Sambas. Banyak wisatawan yang menyempatkan menunaikan sholat di masjid ini, untuk mencari pencerahan batin dan spiritual.
Benda-benda yang masih bisa disaksikan di masjid keraton Sambas adalah mimbar kuno yang terbuat dari ukiran kayu merah, dan konon dibuat di Palembang dan merupakan benda persembehaan dari nelayan Palembang sebagai ucapan terima kasih kepada Sultan Muhammad Syaifiuddin II.
Benda kuno lainnya adalah bejana besar tempat menampung air wudlu. Sampai sekarang masih terawat baik. Bejana besar ini terbuat dari perunggu. Bejana ini merupakan pemberian dari Sultan Brunai Darussalam. Ini membuktikan bahwa kerjasama antara kerajaan di Borneo cukup erat.

• Pantai Tanjung Batu Kota

Kota Sambas selain kota budaya juga menyimpan pantai yang eksotis, namanya Pantai Tanjung Batu. Pantai ini berhadapan langsung dengan lautan china selatan. Karakter pantai yang berpasir lembut dengan tipografi pantai yang dihiasi oleh tepian bukit dan bebatuan yang terjal. inilah ciri khas dari Pantai Tanjung Batu.
Lokasi pantai ini berada di 57 km dari kota Sambas, tepatnya di kecamatan Pemangkat. Datanglah pada hari minggu pagi, Anda akan disajikan mentari pagi yang keluar dari horizon lautan China selatan.

• Jeruk Sambas
Kota Sambas terkenal dengan jeruknya yang tersohor manisnya. Kualitas jeruk sambas sudah diakui oleh pasar Internasional. Ciri dari jeruk sambas adalah kulitnya yang hijau mengkilap, warna dagingnya orange cerah dan rasanya yang manis, dan kaya akan airnya. Harga jeruk pun tak begitu mahal. Bahkan kalau Anda beli pas masa panen, harganya akan murah banget. Selamat berpetualang ke Kota Sambas, carilah pengalaman yang luar biasa asyik di barat Pulau Borneo.

Di kalimantan barat ini juga masih banyak tempat tempat wisata maupun tempat tempat bersejarah yang belum di data oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Provinsi Kalimantan Barat.................???

Dari berbagai sumber